Balikpapan TV - Hai Cess! Prestasi kontingen Indonesia di SEA Games 2025 Thailand bukan sekadar deretan angka medali. Ada cerita lanjutan yang sedang dibangun. PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga RI turun langsung membekali atlet berprestasi dengan literasi dan edukasi pengelolaan keuangan, supaya kemenangan di arena bisa berlanjut jadi kesiapan hidup jangka panjang.
Nah, bukan cuma soal bonus dan penghargaan, tapi juga soal cara mengelola hasil jerih payah dengan bijak. Dari medali emas sampai perunggu, dari atlet sampai pelatih, semua diarahkan agar tetap tangguh secara finansial. Penasaran bagaimana peran BRI dan Kemenpora di balik langkah ini, serta apa saja dampaknya bagi atlet Indonesia ke depan? Baca terus sampai tuntas Cess!.
Kenapa literasi keuangan jadi penting bagi atlet SEA Games 2025?
Literasi keuangan menjadi kebutuhan nyata bagi atlet yang menerima bonus dan penghargaan bernilai besar. Prestasi di arena memang puncak dedikasi, tetapi tantangan berikutnya muncul setelah sorak sorai reda. Di fase ini, pemahaman mengelola pendapatan, merencanakan masa depan, dan menjaga stabilitas finansial jangka panjang menjadi kunci.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan pentingnya edukasi tersebut karena BRI berperan sebagai bank penyalur bonus atlet dan pelatih SEA Games 2025. Pemahaman finansial yang baik membantu atlet menggunakan penghasilan secara lebih terarah, bukan sekadar habis dalam waktu singkat.
“Prestasi di arena olahraga merupakan puncak dedikasi dan disiplin, namun tantangan sesungguhnya sering kali muncul di luar arena, terutama dalam mengelola pendapatan, merencanakan masa depan, serta menjaga stabilitas finansial jangka panjang,” ujar Hery Gunardi.
Bagaimana kolaborasi BRI dan Kemenpora membekali atlet berprestasi?
Kolaborasi ini diwujudkan lewat kegiatan literasi dan edukasi keuangan bertajuk Champions Beyond the Arena: Smart Finance for Champion Athletes. Acara digelar pada Rabu 7 Januari 2026 di Menara BRILiaN Jakarta, dihadiri langsung oleh Menpora RI Erick Thohir dan Direktur Utama BRI Hery Gunardi.
Dalam sesi tersebut, para atlet mendapatkan pemahaman soal pengelolaan keuangan pasca penerimaan bonus. Materinya disampaikan secara praktis agar mudah diterapkan, bukan teori kaku. Pendekatannya relevan dengan realitas atlet yang kariernya punya fase naik dan turun.
Menpora RI Erick Thohir menekankan kolaborasi ini sebagai langkah strategis. “Kami memandang penting untuk menggandeng BRI bersama para pakar finansial guna memberikan edukasi dan literasi keuangan. Harapannya, para atlet dan pelatih dapat memanfaatkan momentum ini untuk mengelola penghasilan dan berinvestasi secara tepat,” ujarnya.
Apa peran perencana keuangan dalam program ini?
BRI menghadirkan perencana keuangan independen sekaligus praktisi literasi finansial ternama di Indonesia, Prita Ghozie. Kehadirannya memberi warna praktis dan relevan, khususnya bagi atlet berprestasi yang baru pertama kali menerima penghargaan bernilai besar.
Dalam sesi tersebut, Prita membagikan wawasan seputar pengelolaan penghasilan, perencanaan masa depan finansial, dan pembentukan kebiasaan finansial yang sehat. Fokusnya jelas, membantu atlet membangun ketahanan finansial sebagai juara di luar arena.
Materi yang dibagikan diarahkan agar atlet mampu mengambil keputusan finansial secara lebih matang. Jadi, prestasi olahraga tetap punya kesinambungan dengan kehidupan jangka panjang. Nah’ itu sudah, kemenangan bukan berhenti di podium Cess!.
Tips singkat dari sesi literasi keuangan:
1. Pahami prioritas pengeluaran sejak awal
2. Rencanakan kebutuhan masa depan secara terukur
3. Bangun kebiasaan finansial yang sehat dan konsisten
Seberapa besar capaian dan penghargaan SEA Games 2025 Thailand?
SEA Games 2025 Thailand mencatat sejarah bagi Indonesia. Untuk pertama kalinya dalam 30 tahun terakhir, Indonesia kembali menjadi runner-up tanpa status tuan rumah, menyamai pencapaian SEA Games 1995 di Chiang Mai.
Kontingen Indonesia meraih 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu dengan total 333 medali. Atas capaian tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan penghargaan berupa bonus kepada atlet dan pelatih pada Kamis 8 Januari 2026.
Berdasarkan Kepmen Pemuda dan Olahraga RI Nomor 219 Tahun 2025, bonus atlet perorangan emas sebesar Rp1 miliar, perak Rp315 juta, dan perunggu Rp157,5 juta. Skema juga berlaku untuk atlet ganda, beregu, serta pelatih dengan nominal berbeda sesuai kategori. Pahamlah ikam, angka-angka ini butuh pengelolaan matang agar berdampak jangka panjang.
Ikhtisar
Prestasi SEA Games 2025 Thailand membawa Indonesia ke posisi runner-up dengan 333 medali. Di balik capaian itu, BRI dan Kemenpora menghadirkan literasi keuangan untuk atlet dan pelatih agar bonus dan penghargaan dapat dikelola secara bijak. Melalui kolaborasi strategis dan dukungan pakar finansial, atlet didorong menjadi juara di arena sekaligus tangguh dalam pengambilan keputusan finansial jangka panjang.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham pentingnya literasi keuangan bagi atlet Indonesia Cess!.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
Apa tujuan utama literasi keuangan bagi atlet SEA Games 2025?
Untuk membekali atlet agar mampu mengelola bonus dan pendapatan secara bijak demi stabilitas finansial jangka panjang.
Siapa saja yang terlibat dalam program edukasi keuangan ini?
BRI, Kemenpora RI, Menpora Erick Thohir, Direktur Utama BRI Hery Gunardi, serta perencana keuangan Prita Ghozie.
Apakah pelatih juga mendapatkan manfaat dari program ini?
Iya, pelatih turut menerima bonus dan mendapatkan pemahaman pengelolaan keuangan melalui program tersebut.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.