Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek

Tips Aman Bertransaksi dengan Kartu Kredit! BRI Dorong Transaksi Kartu Kredit Aman di Tengah Tren Non-Tunai

Arya Kusuma • Kamis, 8 Januari 2026 | 10:47 WIB

Transaksi kartu kredit BRI dengan sistem keamanan berlapis di era pembayaran non-tunai.
Transaksi kartu kredit BRI dengan sistem keamanan berlapis di era pembayaran non-tunai.

Balikpapan TV - Hai Cess! Kartu kredit semakin jadi pilihan transaksi harian yang praktis, aman, dan fleksibel. Di tengah makin ramainya pembayaran non-tunai, PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk mengingatkan satu hal penting. Kemudahan perlu sejalan dengan kewaspadaan, terutama terhadap penipuan yang mengincar data kartu kredit dan informasi perbankan pribadi.

Fenomena transaksi digital ini tidak bisa dihindari. Justru di situ letak tantangannya. BRI mengajak masyarakat lebih peka, lebih hati-hati, dan lebih paham cara melindungi data. Penasaran apa saja yang perlu dicermati dan bagaimana langkah amannya? Baca terus sampai akhir Cess!

Kenapa kartu kredit makin diminati masyarakat sekarang?

Kartu kredit kini bukan sekadar alat bayar, tapi solusi transaksi yang fleksibel untuk kebutuhan offline maupun online. Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan kartu kredit memberi kemudahan sekaligus membantu pengelolaan pengeluaran lebih terkontrol. Transaksi bisa ditunda pembayarannya, dicatat rapi, dan dipantau lewat notifikasi.

Di balik kenyamanan itu, ada tanggung jawab menjaga keamanan data. Penggunaan yang masif membuat kartu kredit menjadi sasaran empuk kejahatan perbankan. Di sinilah kesadaran nasabah berperan penting agar data tidak jatuh ke tangan yang salah.

BRI melihat tren ini sebagai peluang sekaligus alarm. Transaksi non-tunai berkembang pesat, namun edukasi keamanan harus terus berjalan. Nah’ itu sudah, kalau aman dan nyaman kan makin enak dipakai Cess!

Baca Juga: BRI VISA Infinite Hadir dengan Desain Baru, Dukung Gaya Hidup Premium Nasabah Prioritas, denngan Beragam Premium Benefits

Modus penipuan apa saja yang perlu diwaspadai?

BRI mengingatkan tiga modus utama yang sering muncul, yakni phishing, skimming, dan social engineering. Ketiganya bertujuan mendapatkan data rahasia seperti nomor kartu, detail transaksi, hingga informasi pribadi nasabah.

Phishing biasanya menyasar lewat pesan palsu yang terlihat resmi. Skimming dilakukan dengan menyalin data kartu secara ilegal. Sementara social engineering memanfaatkan kelengahan psikologis korban melalui komunikasi yang terlihat meyakinkan.

Dhanny menegaskan, “Kartu kredit saat ini menjadi solusi transaksi yang praktis dan fleksibel, baik untuk kebutuhan pembayaran di merchant offline maupun online. Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan kesadaran nasabah dalam menjaga keamanan data pribadi dan kartu kredit agar terhindar dari risiko penyalahgunaan.” Ya’kalo dipikir, pahamlah ikam, waspada itu kunci Cess.

Bagaimana BRI memperkuat sistem keamanan kartu kredit?

BRI secara konsisten memperkuat lapisan pengamanan transaksi kartu kredit. Mulai dari validasi data saat aktivasi, notifikasi transaksi real-time ke perangkat mobile atau email terdaftar, hingga penggunaan PIN dan OTP sebagai autentikasi tambahan.

Transaksi di mesin EDC yang mendukung verifikasi PIN kini semakin aman. Untuk transaksi online, OTP dengan fitur 3D Secure menjadi benteng tambahan agar transaksi tidak sembarangan diproses.

Selain itu, kartu kredit BRI telah dilengkapi PIN enam digit khusus untuk transaksi di EDC. Langkah ini memberi perlindungan ekstra dan membuat nasabah lebih tenang saat bertransaksi. Transaksi aman, tidur pun nyenyak, nah’ itu sudah Cess.

Apa yang harus dilakukan nasabah agar tetap aman bertransaksi?

BRI menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan data kartu kredit. Nomor kartu, tanggal kedaluwarsa, CVV, hingga OTP tidak boleh dibagikan kepada siapa pun. BRI juga menegaskan tidak pernah meminta data rahasia melalui telepon, SMS, maupun email.

Jika menerima notifikasi transaksi yang tidak dikenali, nasabah diminta segera menghubungi Contact BRI 1500017 atau aplikasi BRI Credit Card Mobile. Pelaporan cepat membantu pemblokiran lebih awal, terutama saat kartu atau perangkat berpotensi disalahgunakan.

Untuk keamanan jangka panjang, pengkinian data pribadi juga penting. Berikut poin yang perlu diperhatikan bubuhan Balikpapan:

1. Data Finansial
NPWP dan bukti penghasilan terbaru dibutuhkan, terutama untuk pengajuan kenaikan limit hingga maksimal tiga kali penghasilan per bulan.

2. Data Alamat
Alamat rumah, kantor, dan pengiriman tagihan harus selalu diperbarui.

3. Data Email dan Nomor Handphone
Digunakan untuk e-statement, notifikasi transaksi, OTP, hingga info promo. Jangan sampai salah data, pahamlah ikam Cess.

Ikhtisar
Kartu kredit menawarkan kemudahan dan fleksibilitas transaksi di era non-tunai. Namun, di balik itu, kewaspadaan terhadap penipuan menjadi kunci. BRI terus memperkuat sistem keamanan sekaligus mengedukasi nasabah agar menjaga kerahasiaan data, rutin memperbarui informasi pribadi, dan sigap melapor jika menemukan transaksi mencurigakan.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham soal transaksi aman dan nyaman di era digital Cess.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

FAQ
Apa saja data kartu kredit yang wajib dirahasiakan?
Nomor kartu, tanggal kedaluwarsa, CVV, PIN, dan OTP wajib dijaga kerahasiaannya.

Apakah BRI pernah meminta data kartu kredit lewat telepon atau pesan?
BRI menegaskan tidak pernah meminta data rahasia melalui telepon, SMS, atau email.

Ke mana harus melapor jika ada transaksi mencurigakan?
Segera hubungi Contact BRI 1500017 atau aplikasi BRI Credit Card Mobile.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia Redaksi. Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#Keamanan transaksi #bri #penipuan digital #kartu kredit bri