Balikpapan TV - Hai Cess! PLN terus bergerak mendampingi pemulihan aktivitas masyarakat pascabencana banjir di Aceh. Fokus utamanya jelas, memastikan masjid sebagai pusat ibadah dan kehidupan sosial warga kembali bisa digunakan. Seiring sistem kelistrikan yang berangsur normal, pembersihan lumpur dan pemulihan fasilitas ibadah jadi prioritas supaya denyut aktivitas warga kembali hidup.
Penasaran bagaimana PLN bersama banyak pihak turun langsung membersihkan masjid-masjid yang terdampak parah, sampai suara adzan kembali terdengar setelah hampir sebulan? Baca terus sampai akhir, Cess!.
Bagaimana PLN Mengawal Pemulihan Masjid Pascabencana di Aceh?
PLN melakukan pendampingan pemulihan masjid di lima kabupaten yang terdampak paling berat, yakni Aceh Tamiang, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Timur, dan Aceh Tengah. Pendampingan ini tidak berdiri sendiri, melainkan dikawal bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, serta masyarakat setempat.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa masjid memiliki peran vital dalam kehidupan masyarakat Aceh. Sistem kelistrikan sebenarnya sudah pulih lebih dulu, namun banyak masjid masih tertimbun lumpur sehingga belum bisa digunakan secara optimal.
“Masjid merupakan salah satu urat nadi kehidupan masyarakat Aceh sekaligus simbol kebangkitan semangat pascabencana. Sistem kelistrikan sebenarnya sudah pulih beberapa waktu lalu, namun sebagian fasilitas ibadah masih tertimbun lumpur dan belum bisa digunakan secara optimal. Bahkan suara adzan hampir sebulan pascabencana belum terdengar di masjid-masjid,” ujar Darmawan.
Masjid Mana Saja yang Sudah Kembali Dibersihkan?
Hingga saat ini, sebanyak 15 masjid di lima kabupaten tersebut telah selesai dibersihkan dari lumpur. Tidak hanya dibersihkan, masjid-masjid itu juga mendapatkan bantuan operasional untuk menunjang kegiatan ibadah masyarakat.
Proses pembersihan ini melibatkan lebih dari 140 relawan PLN dari berbagai daerah di Indonesia. Sejak Selasa (16/12), para relawan bekerja sama dengan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN untuk memastikan masjid benar-benar siap digunakan. Kerja bersama ini terasa nyata di lapangan. Bubuhan relawan, aparat, dan warga setempat saling bahu-membahu. Nah’ itu sudah, gotong royong masih jadi kunci pemulihan, pahamlah ikam.
Apa Peran Relawan PLN di Lapangan?
PLN menurunkan tim relawan untuk menyisir masjid-masjid yang terdampak parah. Mereka membersihkan lumpur, material sisa banjir, sekaligus memastikan pasokan listrik di masjid aman digunakan.
“PLN tidak tinggal diam, tim relawan kami kerahkan untuk menyisir masjid-masjid yang terdampak parah. Proses pembersihan turut melibatkan partisipasi pemerintah daerah, TNI, Polri, masyarakat setempat, dan pihak terkait sehingga dapat diselesaikan lebih cepat. Tentunya setiap tahap pekerjaan mengutamakan keselamatan dan keamanan,” jelas Darmawan.
Selain tenaga dan alat berat, PLN juga menyalurkan bantuan perlengkapan ibadah. Dukungan ini diharapkan membuat masjid kembali hidup sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat.
Beberapa dukungan yang diberikan PLN meliputi:
1. Pembersihan lumpur dan material pascabanjir
2. Penyediaan peralatan salat
3. Bantuan paket sound system
4. Dukungan kubah dan perlengkapan penunjang ibadah
Baca Juga: TJSL PLN UIP KLT Hadirkan Dampak Nyata Lewat Program Desa Berdaya Saing Prupuk
Bagaimana Tanggapan Jamaah dan Pengurus Masjid?
Pemulihan masjid ini disambut rasa syukur oleh masyarakat. Sulaiman, salah satu jamaah Masjid Al-Huda di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, mengaku bantuan PLN sangat berarti bagi warga.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PLN, dimana Masjid Al-Huda hari ini pascabencana banjir, satu minggu pascabencana banjir hingga dua minggu kami berusaha, (namun) masyarakat tidak mampu. Tapi kehadiran PLN, dari PLN membawa buldoser maupun backhoe menyelesaikan lumpur-lumpur yang begitu tebal, hingga kami dapat melaksanakan (salat) Jumatan di minggu ketiga bersama warga,” ungkap Sulaiman.
Hal senada disampaikan Rudi Muharram, pengurus Masjid Al-Ikhwan di Lampahan Timur, Bener Meriah. “Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PLN yang telah membantu membersihkan sarana ibadah kami dan juga terima kasih kami ucapkan karena telah memberikan alat untuk beribadah,” ucapnya.
Rasa bahagia juga diungkapkan Ali Amran, pengurus Masjid Al-Ikhlas di Kampung Rigep, Gayo Lues. “Kami mengucapkan terima kasih pada PLN yang telah banyak memberikan sumbangan dan sekaligus membersihkan rumah ibadah di Kampung Rigep ini,” tutup Ali.
Ikhtisar
PLN terus mengawal pemulihan masjid pascabencana di Aceh dengan pembersihan lumpur, pemulihan listrik, dan bantuan perlengkapan ibadah. Sebanyak 15 masjid di lima kabupaten terdampak telah kembali digunakan. Kolaborasi relawan PLN, pemerintah, aparat, dan masyarakat membuat masjid kembali hidup sebagai pusat ibadah dan kebangkitan warga.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam dan kekawalan ikam supaya makin banyak yang paham bagaimana pemulihan pascabencana berjalan di lapangan, Cess!.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
Apa fokus utama bantuan PLN pascabencana di Aceh?
Fokusnya pada pemulihan listrik dan pembersihan fasilitas ibadah, khususnya masjid.
Berapa jumlah masjid yang telah dibersihkan PLN?
Sebanyak 15 masjid di lima kabupaten terdampak.
Siapa saja yang terlibat dalam proses pemulihan masjid?
PLN, relawan YBM PLN, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat setempat.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.