Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Relawan PLN Hadir di Aceh, Pulihkan Trauma Anak Pascabencana dengan Sentuhan Humanis

Arya Kusuma • Senin, 29 Desember 2025 | 10:44 WIB

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Balikpapan TV - Hai Cess! PLN kembali menunjukkan perannya di tengah masyarakat. Lewat Employee Volunteering Program, PLN hadir langsung mendampingi warga terdampak bencana di Aceh dengan fokus pemulihan psikososial atau trauma healing. Program ini menyasar anak-anak dan warga agar perlahan bisa bangkit, kembali tersenyum, dan menjalani aktivitas pascabencana banjir yang terjadi November lalu.

Penasaran bagaimana para relawan PLN bekerja di lapangan, apa dampaknya bagi anak-anak, serta kenapa pendekatan ini dinilai penting untuk pemulihan mental warga? Ikam wajib terus menyimak sampai habis Cess!

Baca Juga: PLN Perkuat Sistem Kelistrikan Aceh, Jalur Kedua Transmisi Arun-Bireuen Resmi Beroperasi

Apa Fokus Utama Employee Volunteering PLN di Aceh?

Employee Volunteering Program PLN diarahkan pada pemulihan psikososial warga terdampak bencana. Pendekatan ini menempatkan interaksi manusia sebagai kunci, terutama bagi anak-anak yang mengalami tekanan mental akibat situasi darurat. Melalui kegiatan sederhana namun penuh empati, relawan berupaya menghadirkan rasa aman dan harapan.

Program ini tidak berdiri sendiri. Kehadiran relawan PLN menjadi pelengkap upaya pemulihan fisik yang sebelumnya telah dilakukan. Anak-anak diajak bermain, belajar ringan, dan berinteraksi agar pikiran mereka perlahan teralihkan dari pengalaman traumatis.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa PLN ingin hadir sebagai keluarga besar masyarakat Aceh.

“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penyedia energi listrik, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Aceh yang ikut merasakan duka mereka,” ujarnya.

Di Mana Saja Relawan PLN Mendampingi Warga?

Sebanyak 30 relawan PLN turun langsung sejak 18 Desember 2025. Mereka menyebar ke enam titik wilayah terdampak, mulai dari Kuala Simpang di Aceh Tamiang, Idi Rayeuk di Aceh Timur, hingga Takengon di Aceh Tengah. Wilayah lain yang turut didampingi adalah Simpang Tiga Bener Meriah, Blangkejeren Gayo Lues, dan Nagan Raya.

Pemilihan lokasi ini didasarkan pada kebutuhan warga di pengungsian. Relawan hadir langsung di tengah masyarakat, mendampingi tanpa sekat, dan membangun kedekatan emosional. Nah’ itu sudah, kehadiran yang terasa bukan sekadar formalitas.

Relawan PLN mendampingi anak-anak terdampak bencana di Takengon, Aceh, melalui kegiatan trauma healing dalam Employee Volunteering Program.
Relawan PLN mendampingi anak-anak terdampak bencana di Takengon, Aceh, melalui kegiatan trauma healing dalam Employee Volunteering Program.

Selain pendampingan psikososial, relawan bersama warga melakukan bakti lingkungan. Fasilitas umum, fasilitas kesehatan, hingga rumah ibadah dibersihkan agar kehidupan sosial dan spiritual warga perlahan pulih, pahamlah ikam.

Bagaimana Respons Anak-Anak dan Warga Terdampak?

Muhamad Putera Pradana (12), warga Kampung Dalam Aceh Tamiang, mengaku senang bisa kembali berkumpul dan bermain bersama teman-temannya setelah delapan hari mengungsi akibat banjir.

“Hari ini saya bergembira berkumpul dengan teman-teman di musala, karena ada PLN Peduli Aceh Tamiang dan saya dikasih hadiah dari PLN. Terima kasih ya, PLN,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan Ernawati, Sekretaris Desa Babasuah sekaligus guru SDN 1 Kota Tengah. Menurutnya, pendampingan ini membuat anak-anak kembali aktif.

“Alhamdulillah, anak-anak kami tambah semangat dan aktif lagi dengan adanya kegiatan ini,” ungkapnya.

Mengapa Trauma Healing Jadi Prioritas Pemulihan?

Trauma pada anak-anak pascabencana tidak bisa diabaikan. Darmawan menjelaskan bahwa fokus utama kegiatan ini adalah menghapus trauma melalui kasih sayang, permainan, dan interaksi tulus. Anak-anak tetap perlu ruang untuk bermimpi meski berada di pengungsian.

Pendekatan ini juga diperkuat oleh dukungan kebutuhan dasar. Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Yusuf Didi Setiarto, menyebut sekitar 900 penerima manfaat mendapatkan dukungan moril, bahan pokok, pakaian layak pakai, dan kebutuhan lainnya.

Menurut Yusuf Didi, Employee Volunteering merupakan bagian dari transformasi budaya kerja PLN.

“Keberhasilan sesungguhnya bukan hanya saat listrik menyala, tetapi saat kita bisa tumbuh dan kuat bersama masyarakat,” pungkasnya. Ya’kalo dipikir, pahamlah ikam.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Kendaraan Listrik Saat Nataru, Dirut PLN Cek Kesiapan SPKLU

Tips Singkat untuk Mendukung Pemulihan Psikososial Anak:

1. Ajak anak berinteraksi dan bermain ringan.

2. Ciptakan ruang aman dan nyaman di lingkungan sekitar.

3. Berikan perhatian dan pendampingan rutin.

Kesimpulan Singkat:

PLN melalui Employee Volunteering Program hadir mendampingi warga terdampak bencana di Aceh dengan fokus trauma healing. Sebanyak 30 relawan bergerak di enam wilayah, membantu anak-anak dan warga pulih secara mental, sosial, dan spiritual.

Yuk, bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam dan kekawalan ikam supaya semakin banyak yang paham pentingnya pemulihan psikososial pascabencana Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”

 

FAQ

1. Apa tujuan utama Employee Volunteering Program PLN di Aceh?

Program ini bertujuan memulihkan kondisi psikososial warga terdampak bencana, khususnya anak-anak.

2. Siapa saja yang terlibat dalam kegiatan ini?

Sebanyak 30 relawan PLN bersama warga di enam wilayah terdampak di Aceh.

3. Berapa penerima manfaat dari program ini?

Sekitar 900 warga dan anak-anak di lokasi pengungsian menerima manfaat.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Relawan PLN membersihkan lumpur di jalan pascabencana banjir dan tanah longsor di Aceh.
Relawan PLN membersihkan lumpur di jalan pascabencana banjir dan tanah longsor di Aceh.

Editor : Arya Kusuma
#Employee Volunteering Program #aceh #trauma healing #pln #relawan