Balikpapan TV - Hai Cess! Kesiapan mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 jadi sorotan utama PLN. Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, meninjau langsung Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di beberapa lokasi strategis. Dari rest area di Cirebon hingga pusat kota, semua terlihat rapi, lengkap dengan fasilitas Ultra Fast Charging hingga Standard Charging. Lonjakan pengguna kendaraan listrik (EV) diprediksi naik signifikan, dari sekitar 12.000 mobil tahun lalu menjadi 26.000 mobil tahun ini.
Nah, penasaran bagaimana PLN memastikan perjalanan pemudik EV tetap lancar? Yuk, baca terus sampai akhir, biar ikam tahu semua strategi PLN supaya perjalanan aman, nyaman, dan tanpa antre panjang di SPKLU, Cess!
Baca Juga: Survei Rampung, PLN Siapkan Gardu Induk 150 kV Sebuku untuk Perkuat Listrik Kotabaru
Apa saja persiapan PLN untuk mendukung mobilitas EV selama Nataru?
PLN menyiagakan 4.516 unit SPKLU yang tersebar di 2.935 titik strategis di seluruh Indonesia. Dari rest area, pusat kota, perkantoran, hingga pusat perbelanjaan, semua titik dilengkapi berbagai tipe pengisian, mulai Ultra Fast Charging, Fast Charging, Medium Charging, hingga Standard Charging. Tujuannya jelas: memastikan masyarakat bisa mengisi daya EV kapan pun dibutuhkan.
Darmawan menekankan, “Penempatan SPKLU di lokasi-lokasi kunci ini merupakan langkah strategis PLN untuk memastikan mobilitas pemudik EV tetap lancar dan terencana. Dengan kesiagaan yang menyeluruh, kami dapat mengantisipasi lonjakan penggunaan EV sekaligus mendukung percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia.” Nah' itu sudah, jelas kan Cess!
Selain itu, lokasi SPKLU juga dirancang sedemikian rupa supaya pemudik tidak perlu khawatir kehabisan daya di jalan. Strategi penempatan ini memberi kemudahan sekaligus rasa aman bagi para pengendara EV, terutama di jalur-jalur mudik padat kendaraan.
Berapa banyak SPKLU yang tersedia di jalur mudik Sumatra–Jawa–Bali?
Tahun ini, PLN menambah jumlah SPKLU di jalur mudik hingga tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu. Total terdapat 1.515 unit yang tersebar di 865 titik, baik di ruas tol maupun non-tol. Menariknya, jarak antar-SPKLU dibuat semakin rapat, rata-rata sekitar 22 kilometer, sehingga perjalanan bisa lebih nyaman.
Strategi ini penting, karena lonjakan pemudik EV diperkirakan mencapai 26.000 mobil. Artinya, tanpa kesiapan SPKLU yang memadai, kemungkinan antre panjang sangat besar. Nah, PLN sudah memastikan distribusi SPKLU rapat dan tersebar merata supaya bubuhan pemudik bisa tetap enjoy di perjalanan.
Darmawan menambahkan, kesiagaan infrastruktur ini sekaligus menjadi langkah mendukung pertumbuhan EV secara berkelanjutan. Jadi, sekaligus mempersiapkan masa depan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Pahamlah Cess!
Bagaimana PLN memanfaatkan teknologi untuk mempermudah pengguna EV?
PLN menghadirkan fitur digital di aplikasi PLN Mobile khusus menu Electric Vehicle (EV). Fitur ini memudahkan pengguna mengetahui lokasi SPKLU, jenis kapasitas mesin pengisian, hingga ketersediaan unit secara real-time. Dengan Trip Planner, perjalanan bisa lebih terencana, dan pengguna bisa menghindari antrean panjang.
Menariknya, Desember 2025 PLN juga meluncurkan Antreev, fitur pemantauan antrean SPKLU secara real-time. Antreev mengintegrasikan antrean terjadwal supaya pengisian bisa dilakukan lebih nyaman. Jadi, ikam bisa memonitor antrean tanpa stres menunggu lama di SPKLU.
Selain itu, PLN menyiapkan layanan pengaduan 24 jam melalui PLN Mobile dan WhatsApp di nomor 08777-11-12-123. Sistem ini memastikan setiap pengguna EV bisa mendapat bantuan cepat jika mengalami kendala selama perjalanan. Bubuhanmu pasti senang deh Cess!
Apa itu SPKLU Mobile dan bagaimana fungsinya?
PLN juga menyiapkan 15 unit SPKLU Mobile. Ini semacam SPKLU portabel yang bisa dipindahkan sesuai kebutuhan, baik lintas kota maupun provinsi. SPKLU Mobile ini memungkinkan respons cepat terhadap EV yang kehabisan daya di jalur mudik.
Dengan SPKLU Mobile, pemudik tidak perlu khawatir kehabisan listrik di tengah jalan. Bahkan, lokasi bisa berubah menyesuaikan kebutuhan. Darmawan menekankan, ini bagian dari komitmen PLN menjaga keandalan pasokan listrik dan memastikan perjalanan masyarakat tetap aman dan nyaman.
Selain itu, seluruh sistem kelistrikan diperkuat kesiagaannya selama Nataru. Tujuannya jelas: masyarakat bisa menikmati Natal dan Tahun Baru bersama keluarga tanpa gangguan listrik. Nah, ikam pahamlah, PLN hadir all out!
Yuk, bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya banyak yang semakin paham strategi PLN Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, Bukan Sekadar Info Biasa!
FAQ
1. Bagaimana cara mengetahui lokasi SPKLU terdekat?
Gunakan menu Electric Vehicle di aplikasi PLN Mobile. Fitur Trip Planner dan Antreev mempermudah pemantauan lokasi SPKLU serta antrean secara real-time.
2. Apa itu SPKLU Mobile?
SPKLU Mobile adalah unit pengisian portabel yang bisa berpindah sesuai kebutuhan. Cocok untuk membantu pengguna EV yang kehabisan daya di jalan.
3. Apakah PLN siap menghadapi lonjakan pemudik EV tahun ini?
Ya, PLN menyiapkan ribuan SPKLU, jarak antar-unit rapat, dan fitur digital canggih untuk memastikan perjalanan tetap lancar.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.