Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

BRI Peduli Perkuat Peran Ibu Penggerak Usaha Perempuan Lewat Program AURA di Bali

Arya Kusuma • Rabu, 24 Desember 2025 | 17:19 WIB

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Balikpapan TV - Hai Cess! Hari Ibu setiap 22 Desember selalu jadi momen reflektif, bukan cuma soal kasih sayang di rumah, tapi juga tentang kiprah perempuan di ruang sosial dan ekonomi. Dari Desa Wanagiri, Buleleng, Bali, sekelompok Ibu dengan tangan terampil dan semangat ulet membuktikan peran itu nyata lewat Kelompok Wanita Tani Sari Amerta Giri. Di dataran tinggi sejuk dengan ketinggian 800 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut, kopi tumbuh subur dan menjadi denyut usaha yang dirawat bersama.

Terus simak sampai akhir ya, Cess, karena cerita ini bukan sekadar tentang kopi. Ada daya juang perempuan desa, proses belajar bersama, dan dukungan yang membuat usaha kecil berani melangkah lebih jauh.

Baca Juga: Marak Penipuan Saat Nataru, BRI Bagikan Tips Aman Bertransaksi agar Tak Jadi Korban

Bagaimana perempuan Desa Wanagiri membangun usaha dari potensi kopi lokal?

Salah satu anggota KWT Amerta Giri menunjukkan produk kopi lokal nya.
Salah satu anggota KWT Amerta Giri menunjukkan produk kopi lokal nya.

KWT Sari Amerta Giri lahir dari latar belakang yang sama, para perempuan petani Desa Wanagiri. Di awal, anggotanya hanya 12 orang dengan kemampuan yang beragam. Ada yang terbiasa di kebun, ada yang baru belajar usaha. Meski berbeda, kebersamaan sebagai sesama perempuan menjadi modal awal yang kuat untuk melangkah bersama.

Ni Nyoman Budiani, Ketua KWT yang akrab disapa Ani, melihat potensi kopi sebagai unggulan desa. Wanagiri memiliki kopi robusta dan arabika, bahan baku yang tersedia di sekitar mereka. Dari situ, kelompok mencoba mengolah kopi robusta lebih dulu, lalu berkembang ke arabika. Prosesnya bertahap, mengikuti kemampuan dan bahan yang ada.

Bagi bubuhan ikam, cerita ini menunjukkan bahwa usaha tumbuh bukan dari modal besar semata, tapi dari membaca potensi sekitar. Alam, keterampilan, dan kemauan belajar bertemu di satu titik, lalu bergerak bersama, pahamlah.

Mengapa kopi menjadi komoditas utama KWT Sari Amerta Giri?

Photo
Photo

Kopi dipilih bukan tanpa alasan. Kondisi geografis Wanagiri yang berada di dataran tinggi menjadikan kopi tumbuh dengan karakter rasa khas. Ani menyebut, potensi bahan baku inilah yang mendorong kelompoknya fokus mengolah kopi sebagai produk utama.

Namun, KWT tidak berhenti di kopi bubuk. Inovasi terus berjalan dengan menghadirkan produk turunan seperti ekstrak jahe, jamu kunyit asam, keripik, roti berbahan talas, dodol kopi, hingga minuman fermentasi kopi atau wine kopi. Semua dikembangkan dari proses belajar bersama.

Langkah ini memperlihatkan bagaimana perempuan desa mampu beradaptasi dan kreatif. Dari satu komoditas, lahir berbagai produk bernilai tambah. Nah, ikam pasti pahamlah, diversifikasi jadi kunci agar usaha tetap hidup dan relevan.

Apa tantangan terbesar yang dihadapi para Ibu di awal perjalanan usaha?

Di fase awal, tantangan tidak hanya soal keterbatasan modal. Pengetahuan tentang pengolahan dan pemasaran kopi juga masih minim. Ani mengungkapkan, KWT sempat berjalan tanpa pendampingan yang memadai, sementara perempuan desa kala itu masih sering dipandang sebelah mata.

Alih-alih surut, kondisi tersebut justru menjadi pemicu semangat. Ani terus membawa nama Desa Wanagiri ke berbagai kesempatan, memperkenalkan kopi arabika Buleleng, dan membuka ruang agar usaha mereka dikenal lebih luas.

Dari sini, ada pelajaran sederhana untuk bubuhan ikam. Ketika tantangan datang, keberanian untuk tetap melangkah sering kali jadi pembeda. Pelan, konsisten, dan saling menguatkan, nah’ itu sudah.

Bagaimana Program AURA BRI Peduli memperkuat eksistensi KWT Sari Amerta Giri?

Photo
Photo

Perkembangan KWT semakin terasa saat mendapat pendampingan dari Program Aspire to Uplift, Revive, and Achieve atau AURA dari BRI Peduli. Melalui program ini, kelompok menerima peralatan usaha seperti mesin espresso lengkap dengan grinder, freezer, showcase pendingin, dan cool box.

Dukungan tidak berhenti pada alat. Pelatihan barista dari hulu ke hilir juga diberikan, mulai dari pengetahuan jenis kopi robusta dan arabika, proses roasting dengan mesin, hingga pengolahan wine kopi sesuai kebutuhan kelompok. Dampaknya mulai terlihat, salah satunya pada peningkatan kualitas kemasan.

Kopi KWT yang sebelumnya dikemas plastik kini beralih ke botol dengan segmen menengah premium. Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan program AURA difokuskan untuk meningkatkan keterampilan usaha kelompok perempuan, mencakup pelatihan, pengemasan, pemasaran, serta bantuan peralatan. Hingga kini, program ini telah memberdayakan 22 kelompok wanita di 13 wilayah Indonesia dengan 562 perempuan terlibat.

Yuk, bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang terinspirasi dan paham bahwa perempuan kreatif mampu membangun ekonomi keluarga dan masyarakat.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

 

FAQ

1. Apa itu KWT Sari Amerta Giri?

Kelompok Wanita Tani dari Desa Wanagiri, Buleleng, Bali, yang mengembangkan usaha berbasis kopi dan produk olahan lainnya.

2. Mengapa Program AURA penting bagi kelompok perempuan?

Karena memberikan pendampingan, pelatihan, dan peralatan usaha untuk meningkatkan keterampilan serta kualitas produk.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

 

Photo
Photo

Editor : Arya Kusuma
#BRI peduli #KWT Sari Amerta Giri #desa wanagiri #Program AURA #kopi #bali