Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Marak Penipuan Saat Nataru, BRI Bagikan Tips Aman Bertransaksi agar Tak Jadi Korban

Arya Kusuma • Selasa, 23 Desember 2025 | 17:53 WIB

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Balikpapan TV - Hai Cess! Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mulai terasa auranya. Jalanan makin ramai, bandara sibuk, pusat belanja hidup, dan transaksi perbankan ikut melonjak. Di tengah suasana liburan yang hangat dan penuh rencana, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengingatkan satu hal penting: kewaspadaan. Momen Nataru kerap dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab untuk melancarkan berbagai modus penipuan perbankan, baik secara digital maupun non-tunai, di berbagai tempat dan situasi.

Nah, sebelum ikam terlalu larut menikmati liburan, ada baiknya menyimak info ini sampai habis. Soalnya, di balik ramainya transaksi dan tingginya mobilitas masyarakat, ada risiko yang perlu dipahami bersama. Baca pelan-pelan, pahami isinya, dan jadikan bekal supaya liburan tetap aman dan tenang, Cess!

Baca Juga: Satukan Langkah untuk Sumatra, BRI Group Menghimpun Dana 50 Miliar Untuk Pemulihan Dampak Bencana Sumatra

Kenapa momen Nataru rawan penipuan perbankan?

Nasabah BRI melakukan transaksi perbankan melalui mesin ATM.
Nasabah BRI melakukan transaksi perbankan melalui mesin ATM.

Periode Nataru identik dengan mobilitas tinggi dan transaksi meningkat. Berdasarkan prediksi Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat selama libur Nataru 2025 mencapai 119 juta orang atau sekitar 42,6 persen dari total penduduk Indonesia. Angka besar ini berdampak langsung pada intensitas transaksi tunai maupun digital melalui berbagai layanan perbankan.

Di kondisi seperti ini, celah kejahatan ikut terbuka. Aktivitas belanja, transfer, pembayaran, hingga top-up berjalan cepat dan sering kali dilakukan di tempat umum. Situasi terburu-buru inilah yang kerap dimanfaatkan pelaku penipuan. BRI melihat pola ini sebagai tantangan serius, sehingga kewaspadaan nasabah menjadi bagian penting dari keamanan bersama.

Direktur Information Technology BRI, Saladin D. Effendi, menegaskan bahwa lonjakan transaksi di momen libur panjang memang perlu diimbangi dengan kesadaran ekstra. Fokus bukan hanya pada kelancaran layanan, tetapi juga perlindungan nasabah dari modus penipuan yang terus berkembang.

Sejauh mana kesiapan infrastruktur dan sistem BRI saat Nataru?

Photo
Photo

BRI memastikan seluruh layanan transaksi berada dalam kondisi optimal selama Nataru. Bank ini mengoperasikan lebih dari 19.600 unit ATM dan CRM yang tersebar luas, didukung sekitar 1,19 juta AgenBRILink, lebih dari 284 ribu EDC merchant, jutaan akseptasi QRIS, serta kartu uang elektronik BRIZZI di berbagai daerah.

Kesiapan ini bukan sekadar jumlah, tetapi juga kualitas sistem. BRI menargetkan tingkat keberhasilan transaksi hingga 99,9 persen agar nasabah tetap nyaman bertransaksi di tengah lonjakan aktivitas. Sistem IT dipantau secara ketat, sehingga potensi gangguan bisa diminimalkan selama periode liburan.

Saladin menekankan bahwa keandalan infrastruktur berjalan beriringan dengan keamanan.

“Pada periode Nataru, aktivitas transaksi perbankan cenderung meningkat signifikan. Oleh karena itu, BRI tidak hanya memastikan kesiapan infrastruktur dan sistem IT dengan target success rate transaksi hingga 99,9%, tetapi juga terus mengedukasi nasabah agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan,” ujarnya.

Modus apa saja yang perlu diwaspadai nasabah BRI?

Photo
Photo

BRI kembali mengingatkan soal perlindungan data pribadi. Nasabah diminta menjaga kerahasiaan PIN, password, One Time Password (OTP), dan kode verifikasi. BRI menegaskan tidak pernah meminta data sensitif tersebut melalui telepon, pesan singkat, email, atau media sosial dalam bentuk apa pun.

“Jika ada pihak yang mengatasnamakan BRI dan meminta data rahasia, dapat dipastikan itu adalah penipuan. Kami mengimbau nasabah untuk tidak merespons dan segera melakukan konfirmasi melalui kanal resmi BRI,” tegas Saladin. Pesan ini penting dipahami, apalagi saat liburan, ketika notifikasi dan pesan masuk datang bertubi-tubi.

Photo
Photo

Selain itu, modus lain yang kerap muncul saat Nataru antara lain penawaran hadiah palsu, promo fiktif, pembayaran pajak abal-abal, hingga tautan mencurigakan yang menyerupai situs resmi. BRI juga mengingatkan risiko penggunaan jaringan internet publik atau WiFi di tempat umum yang tidak aman saat bertransaksi digital, nah’ itu sudah, pahamlah ikam.

Apa langkah sederhana agar transaksi tetap aman selama liburan?

Photo
Photo

Langkah paling dasar adalah bertransaksi hanya melalui kanal resmi BRI. Aplikasi BRImo sebaiknya diunduh melalui platform resmi, dan transaksi dilakukan di ATM, CRM, atau AgenBRILink yang terpercaya. Hindari tergoda jalur instan yang tidak jelas asal-usulnya.

Nasabah juga dianjurkan rutin mengecek mutasi rekening dan mengaktifkan notifikasi transaksi. Dengan begitu, setiap aktivitas bisa terpantau secara real time. Jika muncul transaksi yang tidak dikenali, respons bisa dilakukan lebih cepat sebelum risiko membesar.

Sebagai penguatan, BRI meningkatkan layanan pengaduan dan complaint handling selama Nataru. Tim diperkuat agar setiap laporan ditangani cepat dan sesuai standar service level agreement. Dengan kolaborasi antara kesiapan bank dan kewaspadaan nasabah, suasana liburan diharapkan tetap nyaman.

Bagikan juga info ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham, Cess!.

Ayo sebarkan artikel ini ke bubuhan ikam agar liburan semua orang tetap aman dan tenang.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”

 

FAQ

1. Kenapa libur Nataru sering jadi momen rawan penipuan perbankan?

Karena mobilitas dan transaksi meningkat tajam, sehingga celah kejahatan lebih terbuka.

2. Apakah BRI pernah meminta PIN atau OTP nasabah?

Tidak. BRI menegaskan tidak pernah meminta data sensitif melalui media apa pun.

3. Apa yang harus dilakukan jika menemukan transaksi mencurigakan?

Segera konfirmasi melalui kanal resmi BRI dan laporkan ke layanan pengaduan.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

 

Photo
Photo

Editor : Arya Kusuma
#penipuan #transaksi perbankan #nataru #bri #nasabah