Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Update Lengkap RUPSLB BRI 2025: Susunan Pengurus Baru dan Strategi RKAP 2026

Arya Kusuma • Kamis, 18 Desember 2025 | 20:46 WIB

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Balikpapan TV - Hai Cess! BRI baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Kantor Pusat BRI Jakarta, Rabu (17 Desember 2025). RUPSLB yang dihadiri jajaran Dewan Komisaris dan Direksi BRI ini membahas tiga mata acara penting yang diputuskan secara resmi. Dari perubahan Anggaran Dasar Perseroan, pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026, hingga perubahan susunan pengurus Perseroan, semua berjalan dengan lancar dan transparan.

Nah, ikam penasaran bagaimana dampaknya terhadap kinerja BRI dan strategi Perseroan ke depan? Yukm lanjut baca artikel ini sampai tuntas, Cess!

Baca Juga: Puluhan Lokasi Disasar, Dari Posko hingga Perahu Karet, Aksi Nyata BRI Peduli di Wilayah Terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat

Apa saja perubahan dalam Anggaran Dasar BRI?

RUPSLB menyetujui perubahan Anggaran Dasar BRI sebagai penyesuaian terhadap peraturan perundang-undangan terbaru. Perubahan ini termasuk adaptasi terhadap Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara yang kini diubah oleh UU Nomor 16 Tahun 2025. Beberapa pengaturan juga mencakup hak istimewa atas Saham Seri A Dwiwarna milik Negara Republik Indonesia.

Selain itu, penyesuaian dilakukan sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 30 Tahun 2024 terkait Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan. Tujuannya jelas, memastikan BRI tetap patuh terhadap regulasi sekaligus menjaga kelincahan operasional di tengah dinamika bisnis perbankan nasional.

Perubahan ini juga memberi fleksibilitas bagi BRI dalam merencanakan strategi bisnis ke depan, mulai dari ekspansi kredit hingga inovasi layanan digital. Nah, ikam pasti pahamlah, perubahan regulasi ini bukan sekadar formalitas, tapi mendukung stabilitas dan pertumbuhan jangka panjang Perseroan.

Siapa saja yang masuk dalam susunan pengurus baru BRI?

RUPSLB menetapkan jajaran Komisaris dan Direksi baru. Komisaris Utama kini dijabat Kartika Wirjoatmodjo, dengan wakilnya Parman Nataatmadja sebagai Komisaris Independen. Anggota lain termasuk Helvi Yuni Moraza, Awan Nurmawan Nuh, Lukmanul Khakim, dan Edi Susianto. Semua anggota Komisaris baru wajib mendapat persetujuan OJK sebelum mulai menjalankan fungsi resmi.

Sementara itu, Direksi dipimpin oleh Direktur Utama Hery Gunardi dan Wakil Direktur Utama Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari. Posisi lainnya mencakup Direktur Micro, Commercial Banking, Treasury & International Banking, Corporate Banking, Network & Retail Funding, Information Technology, Operations, Legal & Compliance, Manajemen Risiko, Finance & Strategy, dan Consumer Banking. Sebagian anggota Direksi juga memerlukan persetujuan OJK sebelum resmi bekerja.

Dengan susunan pengurus ini, BRI menekankan kesinambungan kepemimpinan sekaligus menyiapkan strategi operasional yang solid. Nah’ itu sudah, dengan struktur baru ini diharapkan BRI tetap tangguh menghadapi tantangan ekonomi global maupun domestik.

Bagaimana kinerja keuangan BRI hingga Triwulan III 2025?

Jajaran direksi dan komisaris BRI saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Rabu (17 Desember 2025).
Jajaran direksi dan komisaris BRI saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Rabu (17 Desember 2025).

Direktur Utama Hery Gunardi menyampaikan, kinerja BRI menunjukkan tren stabil hingga triwulan III 2025. Total aset Perseroan naik menjadi Rp2.123 triliun, terdorong pertumbuhan kredit dan pembiayaan 6,26% yoy. Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.475 triliun, tumbuh 8,25% yoy, dengan mayoritas berasal dari dana murah seperti giro dan tabungan (67,7%), mendukung efisiensi biaya dana.

Kualitas aset tetap terjaga, tercermin dari rasio NPL 3,1% dengan NPL Coverage 183,1%, menunjukkan kehati-hatian Perseroan dalam mengelola risiko kredit. Laba bersih konsolidasian tercatat Rp41,23 triliun, didukung ROA 2,7% dan ROE 17%. Rasio kecukupan modal (CAR) tetap kuat di 25,4% konsolidasi, memberi ruang untuk pertumbuhan jangka panjang.

Hery menambahkan, BRI fokus menjaga profitabilitas dan stabilitas aset, sembari mempertimbangkan kondisi makroekonomi global dan domestik. Nah, bubuhanmu pasti makin jelas sekarang, performa BRI tetap solid meski ekonomi bergejolak Cess!

Apa target dan strategi BRI untuk RKAP 2026?

Agenda kedua RUPSLB memberi pendelegasian kewenangan persetujuan RKAP 2026 kepada Dewan Komisaris, dengan persetujuan tertulis Pemegang Saham Seri B Terbanyak. Artinya, Direksi dapat lebih lincah menjalankan rencana operasional tahun depan, termasuk inovasi produk, ekspansi kredit, dan pengelolaan risiko.

BRI menekankan pertumbuhan bisnis berkelanjutan tanpa mengabaikan kehati-hatian. Struktur DPK yang didominasi dana murah diproyeksikan terus mendukung efisiensi biaya dana. Profitabilitas diharapkan tetap stabil, selaras dengan kualitas aset yang terjaga.

Selain itu, strategi digitalisasi dan peningkatan layanan konsumen tetap menjadi prioritas. Nah, ikam pasti pahamlah, pendelegasian kewenangan ini bukan sekadar formalitas, tapi mempermudah implementasi strategi ambisius BRI tahun depan.

Yuk, bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya banyak yang semakin paham arah BRI selanjutnya Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, Bukan Sekadar Info Biasa!

 

FAQ

1. Apa manfaat perubahan Anggaran Dasar BRI bagi nasabah?

Perubahan Anggaran Dasar memastikan BRI patuh regulasi terbaru, mendukung layanan lebih aman dan stabil bagi nasabah.

2. Bagaimana pengaruh susunan pengurus baru terhadap kinerja BRI?

Struktur pengurus baru memperkuat kepemimpinan, mempercepat pengambilan keputusan, dan menjaga kesinambungan operasional.

3. Apakah target RKAP 2026 realistis di tengah kondisi ekonomi global?

Dengan pendelegasian kewenangan dan strategi yang hati-hati, BRI menargetkan pertumbuhan berkelanjutan sambil menjaga kualitas aset dan profitabilitas.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

 

Direktur Utama Hery Gunardi (tengah).
Direktur Utama Hery Gunardi (tengah).

Editor : Arya Kusuma
#pengurus baru #RKAP 2026 #bri #rapat umum pemegang saham luar biasa #rupslb