Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Pemulihan Listrik Aceh Terhambat, PLN Minta Maaf dan Janjikan Percepatan!

Arya Kusuma • Selasa, 9 Desember 2025 | 21:15 WIB

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo bersama jajaran direksi PLN dan GM UIW Aceh saat mengikuti Laporan dan Rapat Koordinasi bersama Menteri ESDM secara daring dari Banda Aceh, Selasa (9/12/2025).
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo bersama jajaran direksi PLN dan GM UIW Aceh saat mengikuti Laporan dan Rapat Koordinasi bersama Menteri ESDM secara daring dari Banda Aceh, Selasa (9/12/2025).

Balikpapan TV – Selasa, 9 Desember 2025, Hai Cess! PLN menyampaikan permohonan maaf karena pasokan listrik di sejumlah wilayah Aceh belum sepenuhnya pulih hingga hari ini.

Kondisi ini terjadi setelah banjir bandang dan longsor memutus akses, merobohkan tower transmisi, serta membuat sebagian jaringan mati total. Di balik layar, ada kerja maraton yang tidak tampak. Inilah cerita lengkapnya!

Apa yang sebenarnya terjadi pada sistem kelistrikan Aceh pascabencana?

Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN, memaparkan kondisi lapangan yang jauh lebih berat dibanding prediksi awal. Ia menyampaikan langsung dalam rapat koordinasi daring bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dari Banda Aceh.

“Setelah adanya bencana banjir bandang dan juga tanah longsor, maka ada kerusakan yang sangat masif di sistem kelistrikan di Aceh,” ujarnya.

Petugas PLN menyambungkan kabel transmisi SUTT 150 kV Arun–Bireuen di atas emergency tower yang sudah berdiri.
Petugas PLN menyambungkan kabel transmisi SUTT 150 kV Arun–Bireuen di atas emergency tower yang sudah berdiri.

Kenyataannya, jalur transmisi menjadi titik paling parah terdampak. Di Bireuen saja, enam tower pada jalur Bireuen–Arun roboh dihantam aliran sungai yang melebar hingga ratusan meter. Ini bukan kerusakan kecil yang bisa ditangani sehari dua hari Cess.

Dampaknya langsung terasa di Banda Aceh dan sekitarnya yang harus menjalani pemadaman bergilir. Pembangkit Arun tak bisa lagi mengalirkan daya maksimal. Masyarakat jadi serba terbatas, terutama mereka yang sedang memulihkan diri dari bencana.

Baca Juga: Pemulihan Kelistrikan Aceh Melesat! PLN Kembali Terangi 4 Wilayah Paling Terdampak Pascabencana Banjir

Mengapa proses sinkronisasi sistem terus terhambat?

Secara teknis, PLN sebenarnya sudah melakukan sinkronisasi awal dari pembangkit Arun menuju jaringan Aceh.

Pada 8 Desember 2025, sistem sempat kembali hidup hingga Bireuen, Takengon dan Samalanga. Namun saat proses diperluas ke Sigli dan Banda Aceh, muncul kendala teknis yang memaksa penyaluran dihentikan sementara.

Di sinilah tantangannya: sistem Aceh tersambung dengan backbone Sumatera. Jika ada masalah kecil di satu titik, sistem bisa goyang. Apalagi tower patah, akses jalan hilang, dan jaringan saling terputus. Ketika aliran daya tidak stabil, risiko gangguan lanjutan makin besar.

Darmawan tegas menyebut bahwa setiap keputusan penghentian aliran sementara adalah untuk keamanan jaringan. Tanpa itu, potensi kerusakan susulan bisa jauh lebih luas. PLN memilih jalan aman meski konsekuensinya masyarakat harus bersabar lebih lama Cess.

Bagaimana kondisi perbaikan tower dan akses yang terputus?

Salah satu kendala terbesar adalah mobilisasi material. Akses darat hilang di banyak titik. Sungai yang melebar dan jalan ambruk membuat alat berat mustahil lewat. PLN akhirnya harus mengirim material tower seberat total 35 ton lewat udara.

“Material untuk perbaikan tower seberat 35 ton terpaksa diangkut menggunakan heli, satu persatu, satu persatu,” Tutur Darmawan.

Itu sudah. Proses yang biasanya dilakukan lewat truk dalam hitungan jam, kini butuh koordinasi lintas instansi, manuver helikopter yang presisi, serta cuaca yang harus bersahabat.

Belum selesai di situ. Pada jalur transmisi Langsa–Pangkalan Brandan, lima tower ikut roboh. Bahkan kerusakan ini memutus hubungan listrik Aceh dengan Sistem Besar Sumatera sehingga proses sinkronisasi makin sensitif. Dari asesmen teknis, perbaikan lima tower tersebut diperkirakan memakan waktu maksimal sepuluh hari.

Wilayah mana saja yang sudah kembali menyala dan mana yang masih menunggu?

Beberapa kabupaten berhasil kembali terang setelah gelap total. Empat wilayah yang sudah menyala adalah Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues. Ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang selama berhari-hari menghadapi kondisi minim penerangan.

Namun masih ada desa-desa di Aceh yang belum bisa menikmati listrik penuh. Jaringan tegangan rendah rusak parah dan perlu waktu untuk diganti. Proses pemulihan area ini memerlukan inspeksi manual, bukan sekadar penjagaan dari sistem pusat. Petugas lapangan harus turun langsung, melintasi jalur yang belum sepenuhnya aman.

PLN menambah pasokan genset untuk kebutuhan darurat di rumah sakit, pusat pemerintahan, posko pengungsian, dan fasilitas telekomunikasi selama masa pemulihan.
PLN menambah pasokan genset untuk kebutuhan darurat di rumah sakit, pusat pemerintahan, posko pengungsian, dan fasilitas telekomunikasi selama masa pemulihan.

Di Banda Aceh, pasokan masih kurang sekitar 40 MW sehingga pemadaman bergilir masih berlangsung. PLN terus menambah genset untuk fasilitas vital seperti rumah sakit, posko pengungsian, pusat pemerintahan, hingga jaringan telekomunikasi agar layanan publik tetap berjalan Cess.

Baca Juga: Pemulihan Kelistrikan Sumut Tuntas! PLN Pastikan Semua Wilayah Kembali Menyala

Apa langkah lanjutan PLN dan instansi terkait agar Aceh cepat pulih?

Langkah ke depan, PLN tidak bekerja sendirian. Mereka berkoordinasi erat dengan Kementerian ESDM, pemerintah daerah, TNI, Polri, BNPB hingga PUPR untuk membuka akses wilayah terisolasi.

Penyisiran terhadap titik rawan longsor dilakukan untuk mencegah korban susulan. Upaya pengamanan sistem juga diperketat agar sinkronisasi berikutnya berjalan mulus.

“Kami terus berkomitmen mengerahkan seluruh pasukan kekuatan kami agar sistem kelistrikan Aceh bisa pulih kembali,” pungkas Darmawan.

Tak hanya sebagai formalitas, pernyataan ini menunjukkan bahwa pemulihan dilakukan dalam kondisi medan yang tidak bersahabat. Tantangannya nyata, namun langkah pemulihan terus berjalan—pelan tapi pasti Cess.

Yuk, bagikan artikel ini ke bubuhan ikam, Cess! Supaya makin banyak yang paham situasi sebenarnya di Aceh.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

 

FAQ

1. Mengapa perbaikan tower di Aceh membutuhkan waktu lama

Karena akses darat terputus, material harus dikirim lewat heli dan medan sangat berbahaya.

2. Kapan Banda Aceh diperkirakan kembali normal

Setelah pasokan 40 MW yang kurang dapat digantikan dan sinkronisasi dengan sistem Sumatera kembali aman.

3. Apakah semua wilayah sudah kembali menyala

Empat kabupaten sudah hidup, namun beberapa desa masih membutuhkan waktu pemulihan tambahan.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

 

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#aceh #banjir #pln #pemulihan listrik