Balikpapan TV – Sabtu, 6 Desember 2025, Hai Cess! Menteri ESDM Bahlil Lahadalia turun langsung meninjau percepatan pemulihan listrik di wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatra Utara, Rabu (3 Desember 2025).
Kunjungannya didampingi Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, dirinya mengecek secara langsung wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah, yakni dua lokasi dengan kondisi porak poranda akibat terjangan banjir dan tanah longsor akhir November lalu.
Fokusnya jelas: memastikan suplai listrik di Sibolga, Tapanuli Tengah, hingga desa-desa terpencil kembali terang buat masyarakat yang sedang berjuang bangkit.
Yuk lanjut baca, kisah kemanusiaannya bikin ikam merasa lebih dekat dengan perjuangan bubuhan PLN di lapangan, Cess!
Baca Juga: PLN Gandeng Kejagung! Pengawasan Proyek Strategis Diperkuat demi Keandalan Listrik Kalimantan
Bagaimana kondisi terbaru di Sibolga dan Tapanuli Tengah setelah bencana melanda?
Pemulihan kelistrikan di Sibolga dan Tapanuli Tengah menjadi prioritas utama sejak banjir dan longsor akhir November lalu meluluhlantakkan banyak infrastruktur.
Kunjungan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, bersama Dirut PLN, Darmawan Prasodjo, dilakukan untuk melihat langsung progres yang sudah berjalan.
Meski kondisi lapangan penuh hambatan—akses terputus dan medan sulit—tim gabungan tetap bergerak cepat memastikan perbaikan jaringan berlangsung optimal.
Di tengah kondisi cuaca yang dinamis, Bahlil menegaskan pentingnya percepatan. Ketersediaan material hingga kelancaran distribusi logistik dicek satu per satu agar proses pemulihan tidak terhenti.
Dalam kunjungan itu Bahlil menyampaikan harapannya, "Tolong doakan mudah-mudahan cuaca bagus. Untuk tower-tower (jaringan listrik) yang roboh, sekarang materialnya sudah ada. Memang ini bukan pekerjaan sederhana. Kita doakan Jumat malam lampu sudah menyala sebagaimana mestinya."
Apa upaya percepatan yang sedang dilakukan PLN di lokasi terdampak bencana?
Langkah PLN bergerak dua arah: percepatan teknis dan percepatan akses. Dalam kondisi darurat, kedua hal ini harus disinkronkan.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengungkapkan bahwa sejumlah wilayah seperti Desa Hutagodang, Garoga, hingga jalur Padang Sidempuan – Hutaimbaru mendapat perhatian serius. Kerusakan infrastruktur di lokasi-lokasi ini cukup parah, membuat pekerjaan harus dilakukan secara bertahap namun tetap gesit.
Keberhasilan membuka akses jalan ke Desa Hutagodang jadi satu momen penting. Tim PLN bersama TNI dan pemerintah daerah bahu-membahu menyeruak hambatan hingga suplai listrik akhirnya kembali mengalir.
Darmawan berkata, "Alhamdulillah, pemulihan jaringan kelistrikan jalur Padang Sidempuan – Hutaimbaru pada Rabu malam membuahkan hasil. Desa Hutagodang dan sekitarnya telah menyala terang benderang teraliri listrik."
Mengapa Desa Garoga menjadi titik paling menantang dalam proses pemulihan?
Desa Garoga sempat menjadi salah satu wilayah tersulit dijangkau. Lumpur, material banjir, dan akses yang tertutup membuat tim PLN mengalami hambatan besar untuk masuk. Sementara warga di dalam desa butuh listrik untuk komunikasi, kebutuhan dasar, hingga aktivitas pemulihan mandiri. Di sinilah kolaborasi lintas pihak benar-benar diuji.
Setelah jalur terbuka pada Selasa, tak butuh waktu lama bagi tim PLN mendirikan kembali 60 tiang listrik yang roboh akibat bencana. Semua dikerjakan dengan ritme cepat namun tetap memperhatikan standar keamanan.
Darmawan menegaskan urgensi pemulihan ini, "Kami upayakan desa ini dapat segera teraliri listrik agar yang sebelumnya gelap gulita bisa kembali terang," ucapnya.
Ikam bisa bayangkan betapa lega bubuhan di Garoga saat cahaya akhirnya kembali hadir Cess.
Baca Juga: PLN Nyatakan Sumatra Barat Kembali Terang, Agam Jadi Wilayah Terakhir yang Menyala
Apa peran pemerintah daerah dalam mendorong percepatan pemulihan listrik?
Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, hadir memberikan dukungan penuh pada upaya pemulihan ini.
Ia menyampaikan apresiasi kepada tim PLN yang terus mempercepat perbaikan di titik-titik terdampak. Bagi pemerintah daerah, pulihnya aliran listrik berarti pulihnya aktivitas warga, ekonomi lokal, serta proses bantuan sosial yang sangat bergantung pada akses energi.
Bobby menjelaskan situasi terkini dengan optimistis, "Ini yang pertama adalah aliran listrik. Aliran listrik yang sampai dengan hari ini sudah berangsur pulih, seperti di Sibolga sudah lebih baik. Mudah-mudahan listrik di seluruh lokasi terdampak dapat segera pulih 100% sesuai target."
Tekanan bencana memang berat, tapi kolaborasi lintas lembaga membuat beban itu terasa lebih ringan buat masyarakat.
Bagaimana kolaborasi lintas lembaga mempercepat pemulihan kelistrikan Sumatra Utara?
Selain kerja teknis, yang tak kalah penting adalah kerja sama antara PLN, TNI, Polri, dan Pemda.
Kondisi darurat membuat sinergi lapangan jadi kunci mempercepat pemulihan. Mulai dari pembersihan akses jalan, distribusi material, hingga pengamanan lokasi, semua dijalankan secara terkoordinasi.
“Sesuai arahan Pemerintah melalui Kementerian ESDM, kami terus mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat pemulihan listrik di Sumatra. Kami ucapkan terima kasih atas dukungan dari TNI, Polri, dan Pemda yang terus mendampingi perjuangan tim PLN di lapangan. Sehingga ikhtiar kami mendapatkan kemudahan-kemudahan di tengah tantangan yang luar biasa," pungkas Darmawan Prasodjo.
Nah, kalau ikam merasa cerita ini penuh makna, yuk bagikan artikel ini ke bubuhanmu, Cess! Supaya semakin banyak orang yang paham perjuangan saudara-saudara kita di Sumatra Utara.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
1. Berapa target waktu pemulihan listrik di wilayah terdampak?
Target pemulihan dikejar secepat mungkin sesuai kondisi lapangan dan ketersediaan material.
2. Mengapa beberapa desa lebih lama pulih listriknya?
Karena akses jalan tertutup, jaringan rusak parah, dan medan sulit sehingga proses perbaikan memerlukan tahapan lebih banyak.
3. Siapa saja yang terlibat dalam percepatan pemulihan?
PLN, TNI, Polri, Pemda, serta masyarakat setempat ikut terlibat dalam membuka akses hingga pemasangan infrastruktur.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.