Balikpapan TV - Sabtu, 6 Desember 2025, Hai Cess! Program penghijauan BRI yang terus tumbuh dan menguat ini kembali jadi sorotan karena dampaknya nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
Dari pepohonan produktif sampai pohon keras, seluruh kegiatan dirancang untuk menghadapi perubahan iklim sambil memberi nilai ekonomi bagi warga sekitar.
Orang-orang, tempat, dan hal-hal yang terlibat menunjukkan betapa besar komitmen keberlanjutan yang dijalankan BRI lewat program BRI Menanam Grow and Green.
Kalau ikam penasaran apa saja dampak dan cerita di balik penanaman ribuan pohon ini? Yuk, simak ulasan ini sampai tuntas, Cess!
Baca Juga: Berkat BRIsat dan BCM, Layanan BRI di Sumatra Tetap Jalan di Tengah Bencana Banjir Bandang!
Apa yang mendorong BRI menanam ribuan pohon melalui program BRI Menanam Grow and Green?
Komitmen BRI dalam menjaga keberlanjutan lingkungan bukan sekadar jargon, melainkan langkah nyata yang tumbuh dari visi besar tentang masa depan hijau.
Program Menanam Grow and Green telah berjalan sejak 2022 dan tiap tahunnya terus memperluas jangkauan pemulihan ekosistem. Penanaman pohon produktif dan pohon keras bukan hanya bentuk aksi simbolik, melainkan strategi terukur untuk memulihkan lahan kritis dan meningkatkan kemampuan tanah menyerap karbon.
Dalam kegiatan yang digelar pada Jumat (5 Desember 2025) di Kiara Artha Park Bandung, Jawa Barat, Senior Leader BRI hadir dan turun langsung memberikan ribuan bibit pohon kepada penerima manfaat dari Yayasan Kiara Artha Park dan Sekemala Integrated (SEIN) sekaligus ikut menanam.
“Ini merupakan wujud nyata komitmen BRI dalam mendorong praktik keberlanjutan lingkungan sekaligus memperkuat nilai sosial di tingkat komunitas,” ujar Senior Executive Vice President (SEVP) Ultra Mikro BRI, M. Candra Utama.
Kehadiran para pemimpin dan masyarakat membuat kegiatan ini terasa hangat dan penuh makna.
Mengapa pemilihan pohon produktif seperti alpukat dan mangga penting bagi komunitas lokal?
Penanaman pohon produktif memberikan lebih dari sekadar hijau di lahan yang terbuka. Pohon seperti alpukat, rambutan, mangga, dan sawo memberikan potensi pangan dan sumber pendapatan jangka panjang bagi warga.
Setiap tanaman memiliki fungsi ekologis sekaligus ekonomi, sehingga keberlanjutannya dapat dirasakan langsung oleh kelompok tani dan masyarakat pemukiman.
Candra menjelaskan bahwa pohon produktif merupakan bagian penting dari strategi pemulihan ekosistem.
“Program ini berfokus pada penanaman pohon di lahan kritis dan kawasan produktif dengan tujuan memulihkan ekosistem daratan, meningkatkan serapan karbon, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.
Dengan demikian, setiap pohon yang tumbuh bukan sekadar penambah kehijauan, tetapi juga penambah peluang kesejahteraan.
Bagaimana dampak ekologis program ini dalam konteks perubahan iklim?
Seiring bertambahnya jumlah pohon yang ditanam, kemampuan alam dalam menyerap karbon ikut meningkat. BRI mencatat bahwa sejak program berjalan, lebih dari seratus ribu pohon telah ditanam dan menghasilkan potensi penyerapan karbon yang cukup signifikan.
Angka tersebut menunjukkan bahwa langkah penghijauan dapat berkontribusi nyata pada mitigasi perubahan iklim jika dilakukan terus menerus dan konsisten.
Selain itu, pohon-pohon tersebut membantu mengurangi risiko bencana seperti banjir dan longsor yang sering terjadi di wilayah dengan lahan kritis. Kehadiran tanaman memperkuat struktur tanah dan memperbaiki keseimbangan ekologis.
Di lapangan, warga merasakan perbedaan dari lingkungan yang lebih teduh, lebih sejuk, dan lebih stabil. Aksi kecil yang dilakukan bersama-sama menghadirkan efek yang luas dan berkelanjutan.
Apa peran masyarakat dan kelompok tani dalam keberhasilan program ini?
Program Menanam Grow and Green tidak berdiri sendiri. Ia tumbuh karena kolaborasi dengan kelompok tani dan komunitas setempat yang ikut merawat dan memanfaatkan tanaman.
Hingga saat ini, puluhan kelompok telah diberdayakan, dan mereka mendapatkan peningkatan kapasitas sekaligus pendapatan.
“Program ini memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat melalui peningkatan pendapatan dari kegiatan penanaman, perawatan, hingga pendataan tanaman,” jelas Candra.
Keterlibatan masyarakat memastikan keberlanjutan program karena mereka memiliki rasa kepemilikan dan tanggung jawab. Pohon yang tumbuh adalah hasil kerja bersama, dan hasil panennya pun kembali ke komunitas.
Bagaimana kegiatan sosial seperti penyaluran paket sembako memperkuat rasa kebersamaan?
Selain penghijauan, BRI melalui BRI Peduli juga menyalurkan ribuan paket sembako bagi masyarakat sekitar. Aksi ini memperlihatkan bahwa keberlanjutan tidak hanya berbicara tentang lingkungan, tetapi juga kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ini sejalan dengan semangat BRI Group Leadership Forum yang menekankan kolaborasi dan kepedulian. Masyarakat merasa dihargai dan didukung, sementara perusahaan menunjukkan tanggung jawab sosial yang nyata.
Kalau ikam merasa cerita ini inspiratif, yuk bagikan ke bubuhanmu, Cess! Supaya makin banyak yang paham dan ikut dukung keberlanjutan program ini.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, Bukan Sekadar Info Biasa!
FAQ
1. Apa itu program BRI Menanam Grow and Green?
Program ini merupakan inisiatif keberlanjutan BRI yang fokus pada penanaman pohon untuk pemulihan ekosistem dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
2. Berapa jumlah pohon yang sudah ditanam sejak program berjalan?
Lebih dari seratus dua puluh ribu pohon dengan potensi penyerapan karbon signifikan setiap tahun.
3. Apakah masyarakat terlibat langsung dalam kegiatan?
Ya, masyarakat dan kelompok tani ikut menanam, merawat, serta memanfaatkan hasil tanaman.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi, bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.