Balikpapan TV – Hai Cess! Di pesisir Kalimantan Timur, tepatnya di Kelurahan Pantai Lango, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebuah harapan baru menyala pada Kamis (27 November 2025).
Di wilayah yang selama ini masuk kategori rawan gizi dan rentan stunting, para Srikandi PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) hadir membawa gerakan nyata lewat Program Srikandi Care.
Program ini menjadi langkah terukur untuk membantu ibu, anak, dan keluarga agar semakin sadar pentingnya kesehatan serta gizi sejak awal kehidupan.
Kalau kamu penasaran bagaimana perempuan-perempuan PLN ini bergerak mendampingi masyarakat, yuk lanjut baca artikel ini sampai selesai, Cess!
Baca Juga: PLN dan Kejati Kaltara Bersinergi Percepat Pembangunan Infrastruktur Listrik untuk Warga
Apa yang Membuat Program Srikandi Care Hadir di Pantai Lango?
Pemilihan lokasi Pantai Lango bukan tanpa alasan. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara menunjukkan wilayah ini termasuk kategori rawan gizi sehingga perlu intervensi langsung.
Fokus kegiatan sengaja diarahkan ke masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan akses informasi dan layanan kesehatan, khususnya bagi ibu hamil, menyusui, serta anak-anak.
Di balik senyum anak-anak yang bermain di tepi pantai, masih ada ancaman stunting dan masalah gizi yang cukup mengganggu tumbuh kembang mereka. Kehadiran Srikandi PLN menjadi angin segar, membawa pendekatan yang humanis dan penuh perhatian.
Bagaimana Perempuan PLN Membawa Energi Positif ke Masyarakat?
Para Srikandi PLN yang biasanya identik dengan dunia kelistrikan terjun ke masyarakat dengan misi sosial yang lebih mendalam.
Mereka hadir bukan sekadar menjalankan program, tetapi terlibat secara emosional, mendampingi ibu, mendengar cerita, dan memberi penguatan mental.
Ketua Srikandi PLN UIP KLT, Yulina, menyampaikan, “Kami mungkin dikenal karena menyediakan listrik, tapi sesungguhnya yang ingin kami kuatkan adalah kehidupan. Anak-anak ini adalah cahaya masa depan negeri ini. Jika hari ini kita mampu menjaga mereka tetap sehat, maka kita sedang menjaga Indonesia ke depan.”
Apa Saja Kegiatan Kunci di Dalam Program Srikandi Care?
Serangkaian kegiatan dilakukan secara intensif selama dua bulan implementasi.
Di Kelas Bebas Stunting, para ibu hamil dan menyusui mendapat pemahaman tentang pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Mereka belajar bagaimana memilih bahan makanan sederhana yang tetap memenuhi kebutuhan gizi harian.
Di Kelas Kader, relawan kesehatan lokal ditempa agar menjadi garda terdepan dalam pemantauan kesehatan lingkungan mereka sendiri.
Sementara di Kelas Remaja, generasi muda diberikan pemahaman awal seputar kesehatan tubuh dan tanggung jawab masa depan.
Semua kegiatan ini dilakukan dengan pola pendampingan berkala, kolaborasi erat bersama Rumah Zakat dan posyandu setempat, sehingga berjalan intens, konsisten, dan tidak berhenti hanya sebagai seremonial sesaat.
Kenapa Pendampingan Langsung Ini Dianggap Sangat Penting?
Setiap angka hasil pengukuran berat badan, tinggi badan, atau lingkar kepala anak memiliki makna besar. Ia bukan sekadar data, tapi penanda perjuangan seorang anak untuk tumbuh, serta bukti kerja keras seorang ibu.
Bagi banyak ibu penerima manfaat, program ini membuka mata dan menguatkan hati mereka.
“Saya dulu sering bingung harus memberi makan apa untuk anak saya supaya sehat. Dari kelas ini, saya jadi tahu pentingnya gizi dan cara mengolah makanan sederhana tapi bergizi. Saya merasa tidak sendiri lagi. Ada yang peduli dengan kami,” tutur salah satu ibu penerima manfaat, Masnah.
Pendampingan yang tidak sekadar sebentar membuat perubahan perilaku lebih mudah terbentuk. Kebiasaan makan sehat, pengecekan berkala, dan perhatian pada tumbuh kembang anak akhirnya menjadi pola hidup baru bagi banyak keluarga.
Baca Juga: PLN Sukses Sambungkan Listrik Kaltim-Kaltara, Dorong Energi Bersih hingga Pelosok Kalimantan
Bagaimana Dukungan Pemerintah dan PLN Menguatkan Program Ini?
Peran pemerintah kelurahan juga sangat terasa. Lurah Pantai Lango, Risal Syauqie, menegaskan manfaat program bagi warga:
“Program ini menyentuh langsung hati masyarakat kami. Bukan hanya membantu tubuh anak-anak kami menjadi lebih kuat, tetapi juga menguatkan batin para ibu dan keluarga mereka,” tegasnya.
General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, turut menekankan bahwa pembangunan manusia sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur.
“PLN UIP KLT akan terus hadir, mendampingi, dan memastikan anak-anak di Pantai Lango memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang lebih baik. Lewat Srikandi Care, PLN menunjukkan bahwa cahaya tidak hanya berasal dari kabel dan jaringan listrik, tetapi juga dari hati PLNers yang memilih peduli,” pungkasnya.
Program Srikandi Care membawa pesan kuat: bahwa perubahan besar kadang dimulai dari langkah sederhana, dari satu ibu yang tersenyum lebih yakin, dari satu anak yang tumbuh lebih sehat.
Pantai Lango kini bukan hanya menyimpan keindahan pesisir, tapi juga cerita perjuangan masyarakat dan para Srikandi PLN yang bekerja dengan hati.
Yuk, bagikan artikel ini ke teman-temanmu, Cess! Biar semakin banyak warga yang terinspirasi oleh gerakan penuh makna ini.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
1. Apa tujuan utama Program Srikandi Care?
Untuk membantu mencegah stunting dan meningkatkan pemahaman masyarakat terkait gizi serta kesehatan ibu dan anak.
2. Siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan program ini?
Srikandi PLN UIP KLT, Rumah Zakat, posyandu setempat, serta pemerintah kelurahan.
3. Berapa lama program pendampingan dilakukan?
Program berlangsung selama dua bulan dengan pendampingan berkala.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.