Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

PLN All Out Dukung PLTSa, Sampah Siap Disulap Jadi Listrik di Seluruh Indonesia!

Arya Kusuma • Rabu, 26 November 2025 | 16:34 WIB

Suasana diskusi panel bertajuk From Waste to Watt: Bringing a Greener Indonesia dalam acara Ecoverse 2025, Kamis (20 November 2025).
Suasana diskusi panel bertajuk From Waste to Watt: Bringing a Greener Indonesia dalam acara Ecoverse 2025, Kamis (20 November 2025).

Balikpapan TV - Hai Cess! PLN menegaskan kesiapannya menjadi offtaker bagi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang bakal dibangun pemerintah mulai tahun depan.

Pengembangan waste to energy ini disampaikan langsung dalam gelaran Bloomberg Technoz Ecoverse di Jakarta, Kamis (20 November 2025), dan menjadi langkah besar dalam transisi energi bersih sekaligus solusi masalah sampah yang menahun.

Di momentum itu, pemerintah, PLN, dan Danantara menyoroti satu visi: menghadirkan energi ramah lingkungan berbasis sampah yang terintegrasi dengan sistem kelistrikan nasional.

Nah, biar makin paham arah besar proyek ini, yuk lanjut baca artikel ini sampai habis, Cess! 

Apa Rencana Pemerintah dalam Membangun PLTSa Mulai Tahun Depan?

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan rencana pembangunan PLTSa mulai 2026 untuk mengurangi persoalan sampah dan mendorong pariwisata.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan rencana pembangunan PLTSa mulai 2026 untuk mengurangi persoalan sampah dan mendorong pariwisata.

Pemerintah memastikan pembangunan PLTSa mulai berjalan tahun depan dengan tujuh proyek awal yang ditargetkan rampung pada 2026. Langkah ini dipaparkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai bagian dari dorongan kuat menuju energi bersih.

Airlangga menekankan bahwa pengelolaan sampah ini bukan sekadar urusan teknis, melainkan fondasi bagi kualitas hidup namun juga memperkuat sektor pariwisata. Kunjungan wisata akan jauh naik kalau kota-kota besar tidak lagi dipenuhi timbunan sampah.

Baca Juga: PLN Kunci Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Utara, SUTT 150 kV Kaltim-Kaltara Resmi Beroperasi!

Bagaimana Target Besar Presiden Prabowo untuk PLTSa?

Airlangga menyampaikan arah Presiden Prabowo Subianto yang menugaskan PLTSa terbangun di seluruh provinsi dalam beberapa tahun ke depan. Targetnya tidak main-main: 33 PLTSa pada 2029.

Inisiatif ini diprioritaskan untuk daerah yang memiliki persoalan sampah paling serius. Dengan model waste-to-energy, sampah bukan lagi liabilitas, tetapi sumber energi yang bisa menggerakkan ekonomi lokal.

Mengapa Waste-to-Energy Dianggap Peluang Besar untuk Indonesia?

Managing Director Investment Danantara Indonesia, Stefanus Ade Hadiwidjaja, menjelaskan bahwa waste-to-energy merupakan peluang strategis untuk dua hal sekaligus: menyelesaikan masalah lingkungan dan menyediakan sumber energi bersih.

“Indonesia punya peluang menjaga kehidupan melalui waste-to-energy. Namun, tidak ada yang bisa melakukannya sendiri. Proyek ini hanya mungkin apabila ada kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat,” ujarnya.

Apa Peran PLN Sebagai Offtaker dalam Ekosistem PLTSa?

Danantara menugaskan PLN sebagai offtaker listrik dari pembangkit-pembangkit PLTSa. PLN memastikan jaringan siap, kepastian offtake tersedia, dan kerja sama berjalan terbuka dengan para pengembang.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan komitmen itu, “PLN mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam percepatan pembangunan PLTSa. Peran kami adalah memastikan kesiapan jaringan, memberikan kepastian offtake, serta membuka ruang kerja sama dengan para pengembang.”

Bagaimana PLN Menjaga Stabilitas Sistem agar PLTSa Bisa Terintegrasi?

Darmawan menjelaskan bahwa PLN sedang memperkuat sistem kelistrikan di wilayah prioritas PLTSa agar transmisi dan distribusi siap menerima suplai energi dari sampah.

“Integrasi ini penting untuk menjaga stabilitas pasokan listrik sekaligus memastikan pemanfaatan energi dari sampah dapat berjalan optimal,” jelasnya.

Sejauh Mana PLTSa Masuk dalam Peta Jalan Transisi Energi Indonesia?

Executive Vice President Aneka Energi Baru Terbarukan PLN, Daniel K. F. Tampubolon, memaparkan perkembangan program PLTSa dalam perencanaan energi nasional.
Executive Vice President Aneka Energi Baru Terbarukan PLN, Daniel K. F. Tampubolon, memaparkan perkembangan program PLTSa dalam perencanaan energi nasional.

Executive Vice President Aneka Energi Baru Terbarukan PLN, Daniel K. F. Tampubolon, memastikan bahwa PLTSa sudah menjadi bagian dari perencanaan energi nasional dalam RUPTL 2025–2034.

“Dalam RUPTL 2025–2034 yang kami luncurkan bersama pemerintah pada Mei 2025, waste-to-energy sudah kami masukkan sebagai salah satu pilar pengembangan energi baru terbarukan, khususnya dalam kategori bioenergi,” katanya.

Baca Juga: PLN dan TNI AU Bangun Dapur SPPG di Lanud Atang Sendjaja, Siap Layani Ribuan Porsi Sehari

Apa Tantangan Utama Pengembangan PLTSa dari Perspektif PLN?

Daniel menyebut kebutuhan skema investasi yang matang dan minim risiko sebagai kunci. Ia juga menegaskan bahwa prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) harus berjalan agar sampah dapat diolah optimal.

“Kami melihat banyak lesson learned dari proyek-proyek sebelumnya. Karena 3R belum sepenuhnya siap, maka diperlukan upaya de-risking investasi. PLN sebagai the extension of the state mengambil peran penting untuk menjawab kebutuhan ini,” pungkasnya.

 

Kalau menurutmu informasi ini bermanfaat, yuk bagikan artikel ini ke teman-temanmu, Cess! Biar makin banyak orang yang paham masa depan energi bersih Indonesia.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

 

FAQ

1. Apa manfaat utama PLTSa bagi kota-kota besar?

PLTSa membantu mengurangi timbunan sampah sekaligus menyediakan energi bersih bagi masyarakat.

2. Siapa yang menjadi offtaker listrik dari proyek PLTSa?

PLN ditugaskan menjadi offtaker resmi untuk memastikan energi dari PLTSa terintegrasi ke sistem nasional.

3. Kapan proyek PLTSa mulai dibangun?

Pembangunan dimulai tahun depan dengan tujuh proyek awal pada 2026.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

 

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#Waste to Energy #airlangga hartarto #pln #Danantara Indonesia #pltsa