Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Ubah Limbah Kayu Jadi Audio Premium, Faber Instrument Sukses Berkat Dukungan BRI

Arya Kusuma • Selasa, 25 November 2025 | 19:50 WIB

Helmi, pendiri Faber Instrument, berpose bersama tim dalam sesi dokumentasi produk.
Helmi, pendiri Faber Instrument, berpose bersama tim dalam sesi dokumentasi produk.

Balikpapan TV - Hai Cess! Inovasi ramah lingkungan kini bukan sekadar tren, tapi juga peluang emas bagi UMKM Indonesia.

Salah satunya adalah Faber Instrument, UMKM asal Cianjur, Jawa Barat, yang berhasil mengubah limbah kayu jati menjadi produk audio berkualitas tinggi dengan karakter suara alami dan nilai seni yang tinggi.

Penasaran bagaimana Faber Instrument bisa menjangkau pasar global dan tetap memberdayakan masyarakat lokal? Yuk, lanjut baca artikel ini sampai habis, Cess!

Bagaimana Faber Instrument memulai usaha dari limbah kayu?

Faber Instrument lahir dari fenomena banyaknya limbah kayu jati yang tidak termanfaatkan.

Helmi, pendiri Faber Instrument, memanfaatkan peluang ini dengan mengubah limbah kayu menjadi produk audio unik yang tidak hanya memiliki kualitas suara hangat, tapi juga bernilai estetika tinggi.

“Selain berorientasi pada kualitas suara, kami ingin menciptakan produk yang membawa pesan keberlanjutan dan kearifan lokal Indonesia,” ujarnya.

Workshop dan basis produksi Faber kini berada di Cianjur, sementara gallery dan kegiatan pemasaran tersebar di Bogor, Bandung, dan Jakarta.

Baca Juga: Strategi BRI Memperkuat Pendapatan Lewat Konsumer, Auto Loan, dan Emas Digital, Hingga Layanan Bullion Service, Hadapi Dinamika Ekonomi Global

Siapa saja yang terlibat dalam proses produksi Faber?

Proses produksi Faber melibatkan banyak tenaga lokal, mulai pengrajin kayu hingga ibu rumah tangga. Mereka mengerjakan bodi kayu, finishing, hingga pengemasan produk. Helmi menegaskan bahwa prinsip usaha mereka adalah “tumbuh bersama masyarakat.”

Saat ini, tim inti Faber berjumlah 12 orang, sementara tenaga pengrajin dan mitra lokal mencapai lebih dari 30 orang. Model kerja ini membuat produk Faber tidak hanya bernilai ekonomis, tapi juga sosial.

Apa yang membuat produk Faber Instrument unik?

Keunikan produk Faber terletak pada proses handcrafted, penggunaan kayu jati pilihan, serta karakter suara natural yang khas. Kualitas ini membuat Faber dipercaya menjadi souvenir resmi G20 dan Mandalika Official Merchandise.

Produk handcrafted seperti ini juga menawarkan nilai tambah berupa eksklusivitas. Setiap speaker memiliki karakter suara berbeda sesuai material kayu yang digunakan, sehingga setiap unit terasa spesial dan premium.

Bagaimana jangkauan pasar Faber di dalam dan luar negeri?

Photo
Photo

Faber Instrument telah berhasil menembus pasar domestik di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar. Sementara di pasar global, produk mereka sudah sampai ke Korea Selatan dan sedang menjajaki potensi di Asia serta Eropa.

Kapasitas produksi terus meningkat, dengan kemampuan menghasilkan 100–200 unit per bulan. Sepanjang 2024, total penjualan mencapai 945 unit dengan omzet sekitar Rp1,5 miliar, menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan.

Bagaimana dukungan BRI membantu pertumbuhan Faber Instrument?

Photo
Photo

Sejak bergabung dengan ekosistem BRI melalui program Brilianpreneur (sekarang BRI UMKM EXPO RT), Faber mendapatkan pendampingan komprehensif. Mulai dari pelatihan manajemen, kurasi produk, hingga akses pameran nasional dan internasional.

“Dukungan pembiayaan Rekening Koran (RK) dari BRI kami gunakan untuk pengembangan produksi, pembelian bahan baku, dan peningkatan kapasitas,” jelas Helmi.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menambahkan bahwa Faber adalah contoh bagaimana inovasi dan keberlanjutan dapat mendorong UMKM lokal naik kelas.

“Melalui beragam dukungan program pemberdayaan UMKM, BRI akan terus membantu pelaku usaha lokal naik kelas dan memperkuat posisi di pasar domestik sekaligus memperluas ekspansi di kancah global,” pungkasnya.

Baca Juga: Jelajah Kuliner Indonesia 2025! BRI Perkuat Akses Pasar UMKM Lewat Festival Kuliner 2025 di Medan

Tips singkat bagi UMKM yang ingin meniru jejak Faber:

1. Manfaatkan sumber daya lokal yang terbuang menjadi produk bernilai.

2. Libatkan masyarakat sekitar untuk mendukung keberlanjutan sosial.

3. Maksimalkan pendampingan dan program UMKM dari perbankan atau lembaga terkait untuk memperluas pasar.

Faber Instrument membuktikan bahwa inovasi, keberlanjutan, dan pemberdayaan masyarakat lokal bisa berjalan beriringan. Dari limbah kayu jati menjadi produk audio bernilai seni, UMKM ini kini melebarkan sayap ke pasar global.

Kalau menurutmu informasi ini bermanfaat, Yuk bagikan artikel ini ke teman-temanmu, Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

 

FAQ

1. Apakah semua produk Faber Instrument menggunakan kayu jati?

Ya, semua produk dibuat dari kayu jati pilihan dengan proses handcrafted.

2. Bagaimana Faber dapat menembus pasar internasional?

Melalui kualitas produk yang unik, reputasi sebagai souvenir resmi G20, dan dukungan program BRI UMKM EXPO(RT).

3. Siapa saja yang dilibatkan dalam produksi Faber?

Selain tim inti, Faber melibatkan pengrajin kayu dan ibu rumah tangga lokal di Cianjur.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

 

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#limbah kayu #bri #Faber Instrument #umkm #BRI UMKM EXPO RT