Balikpapan TV - Hai Cess! Pundi Craft, usaha kerajinan kreatif asal Jakarta Barat, menunjukkan bagaimana UMKM bisa tumbuh pesat dengan dukungan tepat.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk alias BRI melalui program Rumah BUMN terus mendorong pemberdayaan pelaku UMKM di seluruh Indonesia, termasuk membantu pelaku kreatif meningkatkan kapasitas usaha.
Dewi Wardah, pemilik Pundi Craft, menceritakan perjalanan usaha yang panjang sejak 1985. Yuk, simak kisah inspiratif ini agar usaha kreatifmu juga bisa berkembang maksimal, Cess!
Bagaimana Awal Mula Pundi Craft Berdiri?
Pundi Craft lahir dari bakat dan minat Dewi Wardah sejak masa sekolah. Keterampilan kerajinan yang diasah otodidak dan didukung pendidikan seni rupa menjadi fondasi penting usaha.
“Sejak masa sekolah saya sudah terbiasa membuat kerajinan secara otodidak karena memiliki bakat keterampilan. Mulai menjalankan usaha profesional sejak 1985 dengan souvenir pernikahan, lalu kemampuan saya semakin terasah melalui latar belakang pendidikan seni rupa,” jelas Dewi Wardah.
Kapan Brand Pundi Craft Resmi Digunakan?
Setelah bertahun-tahun memproduksi tanpa merek, Dewi akhirnya memperkuat identitas usaha dengan brand Pundi Craft pada 1993. Langkah ini membuka peluang jaringan dengan perajin lain dan kegiatan yang mendukung pertumbuhan usaha.
“Dengan brand resmi, kami bisa lebih dikenal, ikut komunitas, dan mendapatkan pelatihan. Ini penting untuk meningkatkan daya saing produk,” tambah Dewi.
Baca Juga: BRI Perluas Layanan Keuangan Lewat Agen BRILink: Transaksi Tembus Rp1.294 Triliun
Bagaimana Peran Rumah BUMN BRI dalam Pengembangan UMKM?
Sejak bergabung sebagai binaan Rumah BUMN pada 2019, Dewi mengikuti berbagai pelatihan pengembangan usaha yang difasilitasi BRI. Fokusnya pada manajemen usaha dan penguatan kualitas produk.
“Pundi Craft mencerminkan bagaimana pelaku UMKM dapat meningkatkan daya saing melalui pendekatan konsisten terhadap kualitas produk dan identitas desain,” ujar Dhanny, Corporate Secretary BRI.
Program ini membantu UMKM memperluas akses pasar, mulai dari e-commerce hingga toko fisik seperti Galeri MULA dan Galeri Dekranasda Kota Tua.
Apa Produk Unggulan Pundi Craft dan Bagaimana Pemasarannya?
Produk Pundi Craft meliputi tote bag, dekorasi rumah, dan merchandise. Semua produk dipasarkan melalui Tokopedia, Instagram, dan toko fisik yang strategis, sehingga bisa menjangkau konsumen luas.
Dewi menekankan pentingnya kualitas dan konsistensi dalam setiap produk, “Setiap produk harus punya ciri khas dan kualitas yang baik. Itu kunci agar pelanggan percaya dan usaha bisa bertahan lama.”
Bagaimana Dampak Program Rumah BUMN terhadap UMKM Secara Umum?
Hingga akhir September 2025, BRI telah membina 54 Rumah BUMN dan melaksanakan 17 ribu pelatihan. Program ini fokus pada pembinaan berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan pelaku usaha.
“Dengan ekosistem pendampingan yang lengkap, UMKM bisa lebih kuat secara ekonomi. Kami berkomitmen memperluas jangkauan pendampingan untuk pelaku usaha kreatif agar berperan dalam rantai nilai ekonomi nasional,” jelas Dhanny.
Apa Tips Sukses untuk UMKM Kreatif ala Pundi Craft?
1. Konsisten pada kualitas produk: Pastikan setiap produk punya standar tinggi.
2. Bangun identitas usaha: Brand kuat membuat usaha mudah dikenal.
3. Ikut pelatihan dan komunitas: Memperluas jaringan dan kemampuan manajemen.
Dari perjalanan Pundi Craft, terlihat jelas bahwa dukungan tepat, pelatihan berkualitas, dan konsistensi dalam membangun brand mampu meningkatkan kapasitas usaha secara signifikan.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
1. Apa itu Rumah BUMN dan bagaimana UMKM bisa bergabung?
Rumah BUMN adalah program pendampingan UMKM oleh BRI. UMKM dapat bergabung melalui pendaftaran resmi dan seleksi binaan.
2. Produk apa saja yang bisa dikembangkan dengan dukungan Rumah BUMN?
Produk kreatif, mulai dari kerajinan tangan, dekorasi rumah, merchandise, hingga produk fashion dan kuliner.
3. Bagaimana cara UMKM memasarkan produknya secara efektif?
Lewat e-commerce, media sosial, dan toko fisik yang strategis, disertai konsistensi kualitas dan branding yang kuat.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.