Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Erildya Cemilan Family: UMKM Inspiratif Binaan BRI yang Sukses Tembus Omzet Jutaan

Arya Kusuma • Sabtu, 8 November 2025 | 12:14 WIB

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Balipapank TV - Hai Cess! Erildya Cemilan Family menjadi salah satu UMKM inspiratif yang lahir di tengah tekanan pandemi tahun 2020, berawal dari hobi ngemil sekeluarga yang kemudian berkembang menjadi usaha camilan tradisional bercita rasa modern.

Siapa sangka, kreativitas rumahan ini kini mampu mencatat omzet rata-rata Rp7–10 juta per bulan dan mulai membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar, setelah pemiliknya mengikuti program pembinaan di Rumah BUMN BRI Jakarta.

Dari dapur rumah hingga masuk pelatihan BRIncubator Lokal 2025, kisah ini jadi contoh nyata bahwa peluang itu bisa hadir dari hal yang paling dekat keseharian kita. Yuk lanjut baca, kisahnya bikin hangat hati sekaligus membuka wawasan, Cess!

Baca Juga: Transformasi Digital BRI Berbuah Manis! IDX Channel Nobatkan Qlola by BRI Sebagai Inovasi Keuangan Terdepan

Bagaimana Awal Mula Erildya Cemilan Family Berdiri?

Usaha ini lahir dari kebiasaan ngemil sekeluarga di masa pandemi. Ketika situasi ekonomi terasa berat, muncul keinginan membantu kondisi finansial keluarga melalui usaha kecil.

“Awalnya karena seluruh keluarga memang hobi ngemil, dan di masa pandemi kami ingin membantu perekonomian keluarga. Dari situlah lahir ide untuk membuat camilan tradisional dengan sentuhan modern,” tutur pemilik Erildya Cemilan Family.

Produk camilan tradisional modern Erildya Cemilan Family dengan kemasan menarik dan nuansa home industry.
Produk camilan tradisional modern Erildya Cemilan Family dengan kemasan menarik dan nuansa home industry.

Erildya Cemilan Family hadir bukan sekadar menjual camilan. Ada misi melestarikan rasa lokal namun dikemas sesuai selera masa kini.

Camilan seperti keripik tempe umpet, kacang kriwil, dan sebring kriukk menjadi favorit karena teksturnya renyah dan rasa yang konsisten.

Apa Saja Tantangan yang Dihadapi di Awal Usaha?

Pada mulanya, tantangan terbesar adalah pemasaran. Produk sudah enak, tapi belum sampai ke banyak orang. Promosi hanya melalui pesan pribadi dan rekomendasi antar teman.

“Dulu kami hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut atau pesanan lewat WhatsApp. Belum paham cara memasarkan produk secara luas,” ujarnya.

Minimnya pengetahuan digital marketing membuat perkembangan usaha berjalan pelan. Namun, kesabaran dan upaya mencari peluang baru akhirnya membuka jalan penting.

Bagaimana Peran Rumah BUMN BRI dalam Proses Perkembangan Usaha Ini?

Titik balik datang ketika pemilik bergabung dalam Rumah BUMN BRI Jakarta pada 2022. Ia mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas usaha dan transformasi digital.

“Saya mendaftar melalui website Rumah BUMN Jakarta, lalu diundang masuk ke grup pelatihan. Saya juga sudah menjadi nasabah BRI sejak lama, bahkan sejak produk Tabungan Tabanas hingga kini menggunakan Britama,” ungkapnya.

Setelah masuk program BRIncubator Lokal 2025, wawasan usaha berkembang pesat—mulai dari strategi branding, pemasaran online dan offline, hingga pemanfaatan teknologi digital.

Bagaimana Dampak Pembinaan terhadap Perkembangan Omzet dan Peluang Usaha?

Setelah mengikuti program pelatihan, jangkauan pasar makin luas dan penjualan meningkat stabil. Rata-rata omzet kini berada di kisaran Rp7–10 juta per bulan.

“Lewat pelatihan, saya jadi memahami bagaimana membangun brand, memasarkan produk, serta memanfaatkan teknologi digital,” tambahnya.

Kini usaha tidak hanya memberi manfaat ekonomi keluarga, tetapi juga mulai membuka potensi lapangan kerja untuk masyarakat sekitar.

Apa Komitmen BRI dalam Mendukung UMKM Seperti Ini?

Corporate Secretary BRI Dhanny memberikan apresiasi tinggi.

“Kisah sukses UMKM binaan seperti Erildya Cemilan Family menjadi bukti nyata bahwa semangat pantang menyerah dan pembinaan yang tepat dapat melahirkan pelaku usaha tangguh,” ujar Dhanny.

BRI memastikan dukungan bukan hanya pembiayaan, tetapi pendampingan menyeluruh agar UMKM mampu bertumbuh bersama zaman.

Baca Juga: BRI Resmikan Program Pengusaha Muda BRILiaN 2025, Bangkitkan Semangat Kolaborasi Generasi Emas Indonesia

Tips Bermanfaat untuk Pelaku UMKM Sejenis (berdasarkan pengalaman Erildya):

1. Kenali kekuatan utama produk (rasa, bentuk, atau cara kemasan).

2. Perkuat pemasaran digital secara bertahap.

3. Jangan ragu ikut pelatihan untuk mengembangkan wawasan usaha.

Dari dapur sederhana hingga menjadi usaha yang tumbuh stabil, Erildya Cemilan Family membuktikan bahwa niat baik, kreativitas, dan pendampingan yang tepat mampu membuka jalan panjang. Cerita ini mengajarkan bahwa usaha besar bisa dimulai dari kebiasaan kecil sehari-hari.

Yuk, bantu sebarkan semangat ini ke lebih banyak orang—siapa tahu menginspirasi langkah baru bagi keluarga lain.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

 

FAQ

1. Apakah Erildya Cemilan Family masih memproduksi camilan tradisional?

Ya, seluruh produk tetap berbasis cita rasa tradisional dengan inovasi modern.

2. Bagaimana cara UMKM mendaftar ke Rumah BUMN BRI?

Pendaftaran dapat dilakukan melalui kanal website resmi Rumah BUMN BRI.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

 

Produk Erildya Cemilan Family.
Produk Erildya Cemilan Family.

Editor : Arya Kusuma
#Erildya Cemilan Family #rumah BUMN #bri #BRIncubator #umkm