Balikpapan TV - Hai Cess! BRI menjalankan langkah buyback saham sebagai strategi mendukung program kepemilikan saham bagi karyawan dan menunjukkan keyakinan terhadap kinerja jangka panjang perusahaan.
Aksi buyback ini telah mendapatkan restu dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 24 Maret 2025, dengan alokasi maksimal senilai Rp3 triliun.
Proses pembelian kembali dilakukan bertahap melalui Bursa Efek atau di luar Bursa Efek, dan memiliki tenggat maksimal 12 bulan setelah RUPST.
Selain itu, kebijakan buyback ini mengikuti aturan perundangan yang berlaku, termasuk ketentuan POJK No. 29 Tahun 2023.
Di tengah dinamika pasar, keputusan buyback ini mencerminkan rasa optimis terhadap stabilitas kinerja BRI ke depan.
Yuk, Kita kupas lebih jauh — karena ini bukan sekadar angka, tapi strategi berkelanjutan perusahaan besar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, Cess!
Baca Juga: Bakulis: Usaha Kue Kering Rumahan yang Sukses Berkembang Melalui Pendampingan BRI
Kenapa BRI Memutuskan Buyback Saham Sekarang?
Buyback saham dilakukan sebagai bentuk dukungan bagi program kepemilikan saham karyawan.
Hal ini juga menjadi sinyal bahwa perusahaan percaya pada prospek jangka panjangnya. Karyawan dianggap bagian penting dalam menjaga keberlangsungan performa perusahaan.
Pada saat yang sama, buyback menjadi indikator bahwa manajemen menilai harga saham saat ini masih berada di bawah nilai wajarnya.
Dengan kata lain, perusahaan melihat peluang untuk memperkuat struktur kepemilikan sekaligus mencerminkan rasa percaya diri terhadap kinerja keuangan mereka.
Benarkah Saham BBRI Saat Ini Undervalue?
Menurut data Bloomberg per 31 Oktober 2025, terdapat 37 analis yang memberi pandangan terkait saham BBRI.
Dari jumlah tersebut, 30 analis atau sekitar 81% memberikan rekomendasi “beli” dengan target harga dalam 12 bulan ke depan di kisaran Rp4.651 per saham.
Indikator valuasi Price to Book Value (PBV) BRI berada pada level 1,80x, masih di bawah rata-rata PBV lima tahun terakhir. Kondisi ini membuat saham BBRI dinilai undervalue oleh banyak pengamat pasar, sehingga buyback menjadi langkah yang dianggap tepat waktu.
Bagaimana Komentar Manajemen BRI Soal Rencana Buyback?
Pada Press Conference Paparan Kinerja Keuangan Triwulan III 2025, Direktur Finance & Strategy BRI, Viviana Dyah Ayu, menegaskan bahwa perseroan masih memiliki ruang anggaran untuk menjalankan buyback sesuai momentum pasar.
“Kami memperoleh budget kurang lebih sekitar Rp3 triliun, dan saat ini kami masih memiliki budget yang dapat kami pakai sesegera mungkin jika melihat situasi pergerakan BBRI. Saat ini memang kami melihat saham BBRI undervalue, kami mempertimbangkan untuk melakukan hal (buyback) tersebut,” ujar Viviana.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa BRI tidak bertindak tergesa-gesa, tetapi membaca pergerakan pasar secara strategis dan berkala.
Bagaimana Kondisi Kinerja Keuangan BRI Saat Ini?
Hingga akhir Triwulan III 2025, BRI mencatatkan kinerja yang solid. Perseroan membukukan laba sebesar Rp41,2 triliun, didukung oleh indikator keuangan yang sehat dan tumbuh positif.
Total aset BRI meningkat 8,2% YoY menjadi Rp2.123,4 triliun. Dana Pihak Ketiga juga naik 8,2% YoY menjadi Rp1.474,8 triliun. Sementara penyaluran kredit tumbuh 6,3% YoY menjadi Rp1.438,1 triliun.
Dari sisi ketahanan modal, Capital Adequacy Ratio (CAR) berada pada level 25,4%, jauh di atas ketentuan minimum. Likuiditas pun terjaga dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 86,5%.
Kondisi ini memberi ruang bagi perusahaan untuk tumbuh berkelanjutan sambil tetap menjaga kesehatan keuangan.
Tips Singkat untuk Pembaca yang Sedang Mengamati Saham
1. Amati tren fundamental perusahaan, bukan hanya harga harian.
2. Jika suatu saham dinilai undervalue dan memiliki kinerja konsisten, peluang pertumbuhan jangka panjang lebih kuat.
3. Pastikan keputusan investasi sesuai kondisi keuangan pribadi, bukan sekadar ikut arus.
Buyback saham BRI menjadi langkah strategis yang menunjukkan optimisme perusahaan terhadap kinerjanya ke depan, sekaligus mendukung keterlibatan karyawan dalam kepemilikan perusahaan.
Kinerja keuangan yang sehat memperkuat alasan bahwa langkah ini bukan hanya taktis, tetapi berorientasi masa depan.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"
FAQ
1. Apa tujuan utama buyback saham BRI?
Untuk mendukung program kepemilikan saham karyawan dan menunjukkan optimisme terhadap prospek jangka panjang perusahaan.
2. Mengapa saham BBRI dinilai undervalue?
Karena PBV saat ini berada di bawah rata-rata lima tahun dan banyak analis memberikan rekomendasi “beli”.
3. Apakah buyback akan berdampak pada harga saham?
Buyback dapat memberikan sentimen positif, namun pergerakan harga tetap bergantung dinamika pasar.
DISKLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas dalam menganalisa struktur artikel untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia (PUEBI). Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.