Balikpapan TV - Hai Cess! Sepuluh keluarga prasejahtera di Gampong Cot Abeuk, Sabang, Aceh akhirnya bisa menikmati terang listrik di rumahnya sendiri.
Melalui program “Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan”, PLN memberikan sambungan listrik gratis sebagai bentuk kepedulian di momen Hari Listrik Nasional (HLN) ke-80.
Kabar baik ini tak hanya soal lampu yang menyala, tapi juga tentang hidup yang mulai berubah. Dari rumah sederhana yang dulu gelap, kini cahaya menerangi ruang-ruang kecil penuh harapan. Yuk, lanjut baca kisah inspirasinya sampai habis, Cess!
Kenapa PLN Beri Sambungan Listrik Gratis untuk Warga Sabang, Aceh?
PLN menggulirkan program ini sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat prasejahtera yang selama ini belum mampu menikmati listrik mandiri. Sebanyak sepuluh keluarga di Gampong Cot Abeuk menjadi penerima manfaat langsung dari inisiatif ini.
Program ini hadir bukan sekadar untuk “menyalakan lampu”, tapi untuk menyalakan semangat hidup. PLN ingin agar setiap keluarga di pelosok Indonesia merasakan keadilan energi—dari Sabang sampai Merauke.
Baca Juga: PLN dan Brasil Kolaborasi Hadirkan Energi Hijau lewat Pengembangan PLTA di Indonesia
Bagaimana Perasaan Warga Setelah Rumahnya Teraliri Listrik?
Salah satu penerima manfaat, Fitriani (38), masih terharu ketika mengenang momen itu. Ia menuturkan, sambungan listrik gratis ini bagaikan hadiah besar dalam hidupnya.
“Saya menangis waktu dikasih tahu dapat (sambungan) listrik gratis. Akhirnya saya punya listrik sendiri,” ujar Fitriani.
Selama bertahun-tahun, ia hanya mengandalkan lampu minyak untuk menerangi rumah dan warung kecilnya. Kini, rumahnya terang benderang, dan usaha jualannya bisa buka hingga malam.
“Dulu malam-malam gelap sekali, cuma satu lampu kecil. Sekarang terang, saya bisa jualan sampai malam,” lanjutnya penuh senyum.
Apa Dampak Program Ini bagi Masyarakat Setempat?
Tak hanya penerangan, listrik juga membuka peluang baru bagi ekonomi warga. Sekretaris Daerah Kota Sabang, Andri Nourman, mengapresiasi kontribusi PLN yang membawa perubahan nyata bagi masyarakat.
“PLN tidak hanya menyalakan lampu, tapi menyalakan semangat hidup,” ucap Andri saat seremoni penyalaan sambungan listrik gratis, Senin (20 Oktober 2025).
Menurutnya, hadirnya listrik membuat masyarakat lebih produktif, anak-anak bisa belajar dengan nyaman, dan pelaku usaha kecil dapat memperpanjang jam kerja. Singkatnya, listrik bukan sekadar cahaya, tapi energi perubahan.
Apa Pesan PLN di Balik Program “Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan”?
Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PLN, Hartanto Wibowo, menegaskan bahwa tugas PLN belum selesai selama masih ada rumah rakyat Indonesia yang hidup dalam gelap.
“Terang bukan hanya urusan energi, terang adalah urusan kehidupan, pendidikan, dan masa depan bangsa. Listrik bukan sekadar cahaya di malam hari, ia adalah denyut kehidupan modern,” ujar Hartanto.
Program ini berangkat dari semangat gotong royong insan PLN, membantu warga yang dekat dengan jaringan listrik namun terkendala biaya sambungan baru. Dalam momen HLN ke-80, PLN menyalakan lebih dari 8.000 titik kehidupan baru di seluruh Indonesia.
General Manager PLN UID Aceh, Mundhakir, menambahkan: “Bantuan sambungan listrik gratis ini adalah wujud cinta untuk saudara-saudara kita yang masih hidup dalam kegelapan, agar mereka dapat menikmati terang dan merasakan kehidupan yang lebih baik.”
Baca Juga: PLN dan BKPM Perkuat Kolaborasi Dorong Investasi Energi Bersih, Dukung Transisi Kelistrikan Nasional
Cahaya Baru, Harapan Baru
Langkah kecil PLN ini membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal sederhana — satu sambungan listrik untuk satu keluarga.
Kini, rumah-rumah di Cot Abeuk bukan hanya terang, tapi juga hangat oleh semangat baru yang tumbuh bersama sinar listrik.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
1. Apa tujuan utama program “Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan”?
Program ini bertujuan membantu keluarga prasejahtera agar bisa menikmati listrik mandiri, meningkatkan kesejahteraan, dan mendorong kemandirian ekonomi warga.
2. Siapa yang bisa menjadi penerima manfaat program ini?
Masyarakat berpenghasilan rendah yang tinggal di sekitar jaringan listrik PLN dan belum mampu melakukan sambungan baru karena keterbatasan biaya.
3. Apakah program ini hanya dilakukan di Aceh?
Tidak. Dalam momentum HLN ke-80, PLN menyalakan lebih dari 8.000 sambungan baru di seluruh Indonesia.
DISKLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas dalam menganalisa struktur artikel untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia (PUEBI). Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.