Balikpapan TV - Hai Cess! Program Listrik Desa (Lisdes) kembali jadi sorotan! Pemerintah bersama PT PLN (Persero) terus ngebut mewujudkan pemerataan akses listrik di seluruh pelosok negeri.
Tahun ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan 1.285 desa bakal terang benderang sebelum akhir 2025.
Langkah ini jadi bukti nyata kalau negara hadir untuk memastikan keadilan energi bagi seluruh rakyat Indonesia. Dari timur ke barat, dari pulau besar hingga pelosok terpencil — semuanya berhak menikmati terang yang sama!
Kenapa Pemerataan Listrik Jadi Fokus Pemerintah?
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan, listrik bukan sekadar fasilitas, tapi hak dasar setiap warga negara. Karena itu, pemerintah bersama PLN berkomitmen penuh memberikan akses listrik merata hingga 2030.
“Target Bapak Presiden Prabowo yang kami terjemahkan dalam arah kebijakan adalah penyelesaian pemerataan listrik di seluruh Indonesia pada 2029–2030,” ujar Bahlil.
Fokusnya jelas — bukan cuma menyalakan lampu, tapi menyalakan harapan. Pemerintah ingin 5.758 desa dan 4.310 dusun segera bebas dari kegelapan, agar semua warga bisa hidup lebih produktif dan sejahtera.
Baca Juga: PLN Kasih Diskon Tambah Daya Listrik 50 Persen Spesial Oktober, Begini Cara Dapatnya!
Bagaimana Peran PLN dalam Program Listrik Desa Ini?
Meski tantangan di lapangan berat, PLN tetap jalan terus. Banyak daerah terpencil yang belum terjangkau listrik karena biaya pembangunan tinggi dan akses sulit, tapi PLN menolak menyerah.
“Jadi itu (melistriki desa) biayanya cukup tinggi, tapi negara harus hadir untuk memastikan itu. Bapak Presiden sangat konsen untuk memberikan layanan listrik sebagai bentuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutur Bahlil.
Artinya, meskipun secara bisnis belum tentu menguntungkan, PLN tetap hadir karena ini soal keadilan sosial — bukan sekadar hitungan laba rugi.
Sejauh Mana PLN Sudah Bergerak di Lapangan?
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memastikan pihaknya siap melaksanakan amanat Presiden dan Menteri ESDM. Tahun 2025 ini, PLN fokus menuntaskan pembangunan listrik di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).
“Melalui listrik, perubahan besar dapat terjadi bagi masyarakat, mulai dari peningkatan taraf hidup, pertumbuhan ekonomi desa, hingga pembukaan lapangan kerja baru. PLN siap menjalankan amanat pemerintah untuk menerangi seluruh negeri tanpa terkecuali,” tegas Darmawan.
Secara teknis, PLN bakal membangun 4.770 kilometer sirkuit (kms) jaringan tegangan menengah, 3.265 kms jaringan tegangan rendah, dan 94.040 kVA gardu distribusi. Targetnya, lebih dari 77 ribu keluarga bisa segera menikmati terang listrik di rumah mereka.
“Ini bukan sekadar angka, tapi kehidupan yang berubah. Anak-anak bisa belajar malam hari, usaha kecil bisa tumbuh, dan desa jadi lebih sejahtera,” tambah Darmawan.
Bagaimana Dampaknya untuk Masyarakat di Lapangan?
Cerita haru datang dari Desa Bandar Jaya, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, salah satu dari 11 desa penerima manfaat Program Lisdes Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Tahun 2025.
Rosidin, Kepala Desa Bandar Jaya, menuturkan rasa syukurnya karena penantian panjang akhirnya berbuah hasil.
“Hampir sekitar 10 tahun warga menunggu. Alhamdulillah, dalam waktu yang dekat ini, jaringan listrik dan sarana penerangan bakal terealisasi. Terima kasih kepada Presiden Prabowo dan Bapak Menteri ESDM. Listrik ini sangat membantu perekonomian warga dan mendukung anak-anak kami belajar dengan lebih baik,” ujarnya haru.
Warga setempat pun turut menyambut dengan penuh harapan. Rohiya, salah satu warga Dusun 4 Sungai Putih, menceritakan perjuangannya selama ini mengandalkan genset untuk penerangan malam.
“Biasanya kami nyalakan genset dari jam enam sampai jam sembilan malam, biaya Rp25 ribu semalam. Kalau sedang tak punya uang, ya gelap-gelapan. Semoga semuanya lancar dalam memasang listrik sampai ke desa kami,” tuturnya.
Cerita mereka menggambarkan betapa listrik bukan sekadar cahaya, tapi sumber kehidupan baru — dari belajar, bekerja, hingga membangun mimpi.
Apa Manfaat Nyata Program Listrik Desa untuk Warga?
Program Lisdes bukan cuma soal kabel dan tiang listrik, tapi juga tentang pemerataan kesempatan hidup yang layak. Ketika listrik masuk desa, otomatis membuka jalan bagi peningkatan ekonomi, pendidikan, dan layanan publik.
Di banyak daerah, listrik jadi pemicu tumbuhnya usaha mikro, kios sembako, dan UMKM rumahan. Anak-anak bisa belajar lebih lama di malam hari, dan masyarakat punya kesempatan memperbaiki taraf hidupnya.
Tips bermanfaat, Cess: kalau kamu tinggal di daerah yang baru teraliri listrik, segera daftarkan meteran dan sambungan rumah resmi lewat PLN Mobile. Selain lebih aman, kamu juga bisa mengatur pemakaian listrik dengan efisien lewat fitur digitalnya.
Program Listrik Desa (Lisdes) tahun 2025 menargetkan 1.285 desa baru teraliri listrik. Pemerintah, lewat Kementerian ESDM dan PLN, terus mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan sebagai wujud nyata pemerataan energi nasional.
Dengan listrik yang menjangkau hingga pelosok, Indonesia tak hanya semakin terang, tapi juga semakin adil dan sejahtera.
Nah, gimana menurutmu, Cess? Kalau di daerahmu sudah terang, yuk bantu sebarkan kabar baik ini biar makin banyak yang tahu!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”
FAQ
1. Apa itu Program Listrik Desa (Lisdes)?
Lisdes adalah program pemerintah dan PLN untuk memperluas akses listrik hingga ke wilayah terpencil dan 3T di seluruh Indonesia.
2. Kapan target seluruh desa di Indonesia teraliri listrik?
Pemerintah menargetkan pemerataan listrik nasional selesai pada 2029–2030 sesuai arahan Presiden Prabowo.
3. Apa manfaat listrik bagi masyarakat desa?
Listrik mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memperluas akses informasi bagi warga.