Balikpapan TV - Hai Cess! Warga di pelosok Kalimantan kini semakin dekat dengan terang. Bukan cuma soal cahaya lampu, tapi juga cahaya harapan yang membuka jalan ekonomi, pendidikan, dan masa depan. Momentum Hari Kesaktian Pancasila jadi pengingat kuat bahwa listrik bukan sekadar kabel dan tiang, tapi simbol keadilan sosial yang nyata.
Upacara 1 Oktober tahun ini di PLN UIP Kalimantan Bagian Timur (KLT) punya makna mendalam. Ratusan pegawai berdiri tegak dalam balutan seragam, mengusung tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”. Semua hadir bukan sekadar formalitas, tapi untuk menegaskan tekad: listrik merata adalah hak seluruh rakyat, dari kota hingga pelosok.
Pancasila Jadi Fondasi, Listrik Jadi Jalan
Suasana upacara terasa syahdu, tapi juga penuh energi. Setiap wajah yang hadir seperti membawa pesan: “Kita di sini untuk melanjutkan perjuangan.” PLN UIP KLT menjadikan Pancasila bukan sekadar teks dalam pidato, melainkan pedoman kerja sehari-hari.
General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menegaskan, “Pancasila adalah fondasi bangsa sekaligus pedoman bagi PLN dalam berkarya. Melalui nilai gotong royong, persatuan, dan keadilan sosial, PLN UIP KLT terus berkomitmen melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Kalimantan.”
Baca Juga: PLN UIP KLT Gelar Rapat Kerja di Balikpapan, Fokus Tuntaskan Proyek Strategis 2025
Infrastruktur Listrik, Akses Harapan Baru
Proyek yang sedang berjalan bukan main-main. Dari Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT), Gardu Induk (GI), sampai pembangunan pembangkit, semua dirancang untuk menjangkau Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, hingga Kalimantan Utara.
Listrik bukan cuma membuat rumah terang, tapi juga membuka usaha kecil, mempercepat distribusi pangan, dan mendukung investasi baru. Ketika listrik merata, kualitas hidup masyarakat ikut terangkat. Anak-anak bisa belajar di malam hari, UMKM bisa berproduksi lebih lama, dan desa bisa bergerak maju.
Energi Gotong Royong, Menyatukan Bangsa
Hari Kesaktian Pancasila memberi energi baru untuk PLN. Semangat gotong royong yang ditanamkan dalam nilai luhur bangsa itu diterjemahkan PLN dalam kerja lapangan. Dari teknisi di medan berat sampai insinyur yang merancang sistem, semua bergerak dengan satu visi: terang untuk semua.
Basuki menyebutkan, “Dengan listrik yang merata dan andal, masyarakat dapat tumbuh bersama, membuka peluang usaha baru, hingga meningkatkan kualitas hidup. Inilah wujud pengamalan Pancasila dalam keseharian.” Sebuah pesan sederhana, tapi dampaknya terasa hingga pelosok hutan Kalimantan.
Dari Kalimantan untuk Indonesia Raya
Peringatan ini bukan sekadar seremonial, tapi pengingat bahwa listrik adalah jembatan menuju keadilan sosial. PLN UIP KLT melihat pembangunan infrastruktur sebagai bentuk nyata memperkuat persatuan bangsa. Dari desa yang baru tersentuh aliran listrik hingga kawasan industri yang makin produktif, semuanya jadi bagian puzzle besar bernama Indonesia Maju.
Dengan optimisme dan semangat Pancasila, PLN UIP KLT ingin memastikan bahwa terang listrik sama artinya dengan terang harapan. Bahwa setiap kabel yang terpasang adalah simbol persatuan. Dan setiap gardu yang berdiri adalah saksi tekad membangun negeri.
Kalau listrik bisa menyatukan langkah kita, bayangkan apa yang bisa dilakukan bila semua gotong royong jalan bareng. Yuk, sebarkan semangat ini biar makin banyak yang sadar bahwa energi bukan hanya tentang daya, tapi juga harapan.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'