Balikpapantv.id - Hai Cess! Dinkes Balikpapan bareng Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) turun langsung menggelar pemeriksaan lanjutan buat balita dengan status gizi kurang maupun gizi buruk.
Aksi ini digelar serentak di seluruh puskesmas Balikpapan Sejak 19 Agustus hingga 4 September 2025, biar kondisi balita bisa cepat dideteksi dan ditangani sebelum makin parah.
Pemeriksaan ini bukan sekadar rutinitas, tapi langkah pencegahan biar anak-anak Balikpapan tetap sehat dan jauh dari risiko stunting.
Ketua Tim Kerja Gizi Dinkes Balikpapan, Lusita Hakim, S.ST. Bd, menjelaskan kalau kegiatan ini melibatkan dokter spesialis anak untuk pemeriksaan lebih detail.
Anak-anak juga nantinya bakal dapat terapi sesuai kebutuhan, termasuk pemberian susu Formula 100 (F100) yang khusus untuk kasus gizi buruk. Yuk, simak bareng-bareng komposisi dari susu ini, Cess!
Pemeriksaan Lanjutan Gizi Balita Jadi Fokus Utama Balikpapan
Pemeriksaan gizi di puskesmas seluruh Balikpapan berjalan sejak 19 Agustus hingga 4 September 2025. Fokusnya mencegah balita gizi kurang jatuh ke kondisi gizi buruk.
Dinkes Balikpapan bareng IDAI menghadirkan dokter spesialis anak agar pemeriksaan lebih mendalam. Setiap anak dapat terapi sesuai kondisi kesehatan mereka.
Komposisi Formula 100 yang Jadi Senjata Utama Atasi Kasus Gizi Buruk
Anak-anak dengan status gizi buruk bakal dapat terapi susu Formula 100. Komposisi ini sesuai standar WHO dan diracik ahli gizi puskesmas maupun rumah sakit.
F100 terdiri dari susu skim, minyak sayur, dan gula dengan takaran yang disesuaikan kondisi balita. Tujuannya agar kondisi anak tidak makin memburuk, Cess!
Pantauan Ketat Dinkes Balikpapan di Tiap Puskesmas
Sebagian besar balita masih berada pada status gizi kurang, sehingga risiko gizi buruk tetap tinggi. Maka, pengawasan harus dilakukan secara ketat.
Intervensi dini berupa pemeriksaan lanjutan, konsultasi gizi, dan pemberian susu F100 diharapkan bisa cegah balita jatuh ke kondisi lebih parah.
Orang Tua Diingatkan Jangan Meracik Susu Sendiri
Lusita mengingatkan agar orang tua tidak asal meracik susu formula tanpa arahan petugas kesehatan. Takaran harus sesuai kondisi tiap anak.
Jika ragu, orang tua diminta konsultasi langsung ke dokter anak atau ahli gizi di puskesmas. Edukasi ini penting agar balita mendapat asupan tepat.
Yuk, dukung gerakan peduli gizi di Balikpapan dengan terus waspada pada kesehatan balita di sekitar kita. Jangan lupa share artikel ini biar makin banyak orang yang tau!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapantv.id, 'Bukan Sekedar Berita Biasa!'