Balikpapantv.id - Hai Cess! Di balik senyum ceria anak-anak SD Muhammadiyah Tanjung Redeb, ada semangat besar yang dibawa PLN untuk masa depan Indonesia yang lebih aman. Melalui edukasi K3 yang dikemas seru dan mendidik, PLN mengajak generasi muda mengenal listrik, bukan cuma dari lampu yang menyala—tapi dari pentingnya keselamatan di balik itu semua!
Melek Listrik Sejak Dini, PLN Turun ke Sekolah
PLN UIP Kalimantan Bagian Timur lewat unit UPP KLT 2 hadir langsung ke SD Muhammadiyah Tanjung Redeb, Kabupaten Berau pada Kamis (17/7) dalam rangka menggelar kegiatan edukatif yang penuh manfaat. Kegiatan ini bukan sembarang sosialisasi, Cess.
PLN ingin anak-anak nggak cuma jadi pengguna listrik, tapi juga paham cara aman menggunakannya.
Di tengah kemeriahan menjelang Hari Kemerdekaan RI, langkah ini terasa makin istimewa. PLN membuktikan bahwa kemerdekaan bukan cuma soal bebas berekspresi, tapi juga bebas dari risiko bahaya listrik karena kurangnya edukasi.
Edukasi yang Nempel dan Bikin Anak Paham
Sesi belajar kali ini nggak cuma sekadar duduk dengar penjelasan. PLN hadirkan visual menarik, dialog ringan, hingga peragaan langsung yang membuat materi terasa hidup. Anak-anak diajak ikut simulasi—seru tapi penuh makna!
Permainan edukatif bikin suasana kelas lebih hidup. Apalagi saat mereka belajar mengenali bahaya yang bisa muncul dari stop kontak, kabel rusak, atau alat elektronik yang tidak digunakan dengan baik. Semua dikemas dengan gaya kekinian dan mudah dipahami.
PLN: Anak Zaman Sekarang Harus Paham Risiko Listrik
Manager PLN UPP KLT 2, Jefry Sambara Palelleng bilang, edukasi ini bukan sekadar rutinitas tahunan. “Sebagai generasi yang tumbuh di tengah kemajuan teknologi, anak-anak perlu dibekali pemahaman dasar tentang keselamatan kelistrikan. Harapannya, mereka bisa menjadi agen perubahan yang membawa kebiasaan baik di lingkungan rumah maupun sekolah,” ujarnya.
Kalimat itu bukan basa-basi. PLN sadar bahwa pengguna listrik paling aktif sekarang adalah anak-anak dan remaja. Gadget, laptop, charger—semua butuh listrik. Nah, kalau nggak dibekali pemahaman sejak dini, risikonya bisa serius, lho.
Disambut Hangat oleh Sekolah
Kegiatan ini bukan cuma menarik bagi anak-anak, tapi juga jadi kebanggaan tersendiri buat pihak sekolah. Kepala SD Muhammadiyah Tanjung Redeb, Ibu Susianah, S.Pi., M.Pd., mengungkapkan, “Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena memberikan pemahaman yang belum tentu mereka dapatkan di pelajaran formal.
Sosialisasi dari PLN ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mengedukasi anak-anak tentang pentingnya keselamatan saat menggunakan listrik di rumah maupun di sekolah.”
Sambutan hangat dari sekolah ini bikin semangat PLN makin membara untuk terus melakukan kegiatan serupa di tempat lain. Apalagi melihat antusiasme siswa yang ikut aktif bertanya dan mencoba simulasi.
Merdeka, Tapi Tetap Aman
Kegiatan edukasi ini pas banget waktunya. Menjelang Hari Kemerdekaan RI ke-80, PLN hadir bukan dengan kembang api, tapi dengan pengetahuan yang menyala! Edukasi keselamatan listrik jadi bentuk nyata dari semangat kemerdekaan—mencerdaskan dan memberdayakan bangsa sejak usia muda.
Raja Muda Siregar, General Manager PLN UIP Kalbagtim, menjelaskan, “PLN tidak hanya berkomitmen menyediakan infrastruktur kelistrikan, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan listrik. Edukasi seperti ini menjadi langkah kecil yang berdampak besar, apalagi bagi anak-anak sebagai pengguna listrik masa depan.”
Anak-anak, Agen Perubahan dari Sekolah
Dengan pengetahuan yang dibawa pulang, anak-anak ini bukan sekadar tahu bahaya listrik, tapi juga bisa berbagi ke teman dan keluarga. PLN melihat ini sebagai investasi jangka panjang. Ilmu yang tertanam sejak kecil akan jadi budaya di kemudian hari—budaya aman dalam menggunakan listrik.
Bayangkan, jika setiap anak bisa mengingatkan orang tuanya untuk tidak menumpuk colokan atau mematikan alat elektronik setelah digunakan. Dari hal kecil, perubahan besar bisa dimulai.
Komitmen PLN untuk Edukasi Berkelanjutan
PLN nggak berhenti di sini. Edukasi K3 di Berau hanyalah awal dari serangkaian program serupa yang akan terus digulirkan di berbagai wilayah kerja. Semangatnya tetap satu: menciptakan masyarakat yang cerdas dan aman dalam memanfaatkan listrik.
Setiap kegiatan serupa jadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk terus menumbuhkan kesadaran dan pengetahuan. PLN percaya bahwa keamanan listrik bukan hanya tugas teknisi, tapi tanggung jawab semua pengguna.
Membangun Masa Depan yang Lebih Cerah
Dengan terus menyasar sekolah dan komunitas, PLN ingin meyakinkan publik bahwa keselamatan bukan pilihan, tapi keharusan. Listrik membawa cahaya, tapi pengetahuan menjaga agar cahaya itu tidak menjadi ancaman.
Edukasi yang ditanamkan sejak dini ini akan jadi fondasi penting bagi masa depan Indonesia. PLN menaruh harapan besar pada generasi muda agar mereka bisa tumbuh jadi warga yang sadar dan bertanggung jawab dalam hal penggunaan energi.
Paham Listrik, Hidup Lebih Asik!
Jadi, Cess, siapa bilang belajar listrik itu membosankan? PLN buktikan sebaliknya! Yuk, dukung terus program-program edukatif seperti ini. Jangan ragu share artikel ini ke teman-teman kamu yang punya adik atau anak sekolah—biar makin banyak yang paham bahaya listrik dan cara aman menghadapinya!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapantv.id, 'Bukan Sekedar Berita Biasa!'